Tahukah kamu hidup seperti apa yang bisa dikatakan hidup yang benar? Apakah menyelesaikan pendidikan dengan baik, lalu menikah dan membangun keluarga adalah hidup yang benar? Apakah sukses dalam bisnis dan memiliki banyak uang adalah hidup yang benar? Apakah mengikuti alur kehidupan dan melihat ke mana hidup membawamu adalah hidup yang benar? Bisakah kamu mengatakan bahwa melakukan hal-hal berbahaya dan membuat keputusan buruk tetap adalah hidup yang benar? Jadi, apa itu hidup yang benar?

Sayangnya, saya tidak bisa memberikan kamu jawaban spektakuler yang mengena di hati. Tapi mari merenungkannya bersama sebentar. Kita mungkin sering mendengar perkataan “Ayo, jalani hidup yang benar.” tanpa mengetahui definisi dari “hidup yang benar” itu sendiri. Akhirnya, kita jadi sering merasa salah terhadap cara kita menjalani hidup selama ini. Saya adalah tipe orang yang senang menjalani hidup apa adanya dan tidak terlalu memikirkan terlalu banyak tujuan atau target hidup.

Bagi saya, cara tersebut bisa membantu kita menghargai apapun yang berhasil kita capai dengan maksimal, dibanding mungkin merasa tertekan untuk mencapai suatu target hidup yang harus kita centang – walaupun segala hal pasti ada sisi baik dan buruknya.

Namun terkadang saya masih bertanya-tanya, apakah hidup yang sedang saya jalani ini adalah hidup yang benar? Siapa yang bisa membantu saya menjawabnya? Nah, siapa lagi kalau bukan saya sendiri!

Diri kamu sendiri yang bisa mendefinisikan hidupmu dan apa saja yang benar untuk hidupmu. Kalau kamu ingin hidup sederhana – misalnya yang penting uang cukup untuk hidup dan traveling, maka itu adalah hidup yang benar untuk kamu. Kalau kamu ingin jadi orang kaya nomor 1 di dunia, maka itu adalah hidup yang benar untuk kamu. Kalau kamu ingin mengeksplorasi passion apa saja yang kamu miliki dan tidak mengejar sebuah karir yang spesifik, maka itu adalah hidup yang benar untuk kamu.

Advertisement

Jadi, apakah kamu sudah punya jawabannya? Apa arti hidup yang benar bagimu? Karena yang perlu kamu pikirkan adalah hidup dari sudut pandangmu, apa yang penting dan signifikan untuk kehidupanmu, nilai-nilai kehidupan yang kamu pegang, apa yang bisa kamu berikan untuk orang-orang di sekitarmu, dan sebagainya. Kita tidak bisa menghakimi kehidupan orang lain karena mereka pun punya definisi dari kehidupannya masing-masing.

Kita punya satu kesempatan untuk hidup benar – dan kamu adalah satu-satunya orang yang bisa mendefinisikan hidup tersebut untuk bisa hidup sehidup-hidupnya.