Bertemu denganmu tidak pernah ada dalam agenda saya. Awal September 2009 pertama kali kita berkenalan. Sosok Pria manis berlesung pipi, postur tubuh tinggi, tegap dan tebaran senyum manis yang membuat saya jatuh cinta. Perkenalan kami berdua menjadikan kami sebagai teman. Kedekatan kami sebagai teman ternyata menumbuhkan rasa saling suka dan rasa nyaman satu sama lain dan menjadikan kami sebagai sepasang kasih. Kau layaknya air, mengalir begitu saja di dalam hidup saya dan kau sudah jadi bagian yang tak bisa saya sisihkan di setiap hari.

Sejak 2009 sampai penghujung 2015 tahun lalu akhirnya saya harus melepaskanmu, merelakanmu, karena ada sesuatu yang tak bisa dipaksakan. Enam tahun lamanya kita menjadi sepasang kekasih ini bukan tentang minggu atau bulan. Rasanya kacau balau, setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiranmu, dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu.

Sejak itu, hari-hari terasa sulit untuk dijalani. Saya berharap bisa membalikkan waktu. Saya begitu merindukanmu. Bagaimana denganmu?

Terima kasih untuk Sang Maha Pencipta untuk setiap pemberian berharga di dalam hidup saya. Saya tidak pernah tau dan bahkan enggan untuk menebak-nebak seperti apa ujung cerita ini. Biarkan saya terbenam bersama memori ini. Akankah kita bertemu kembali?

Ah entahlah! Saya hanya selalu percaya segala sesuatu yang bernaung di bawah nama-Nya akan selalu luar biasa ceritanya.