Masih teringat disaat masih bersama, membahas hal yang aneh, saling mencari posisi satu sama lain, akankah kita berdua akan saling jatuh hati?

Tepat disaat setahun yang lalu aku jatuh hati, padanya yang menghasilkan rindu. Walaupun pada akhirnya aku tahu, seseorang disana telah memilikimu. Entahlah, apa aku gampang jatuh hati hanya dengan kata "nyaman"?

Baiklah, aku menjauh, aku uapkan perasaan ini bagaikan air yang disinari teriknya matahari, menghilang, menguap, terbang di angkasa. Tapi justru hal itulah yang pada akhirnya membuat perasaan ini kembali hadir. Karena awan yang melayang di angkasa pada akhirnya akan meneteskan air hujannya dan kembali menjadi gumpalan air. Perasaan muncul kembali disaat aku tahu seseorang itu sudah tidak berhak memlikimu lagi.

Aku berusaha mencari celah, menelusuri seisi hatimu. Apakah ada ruang untukku disana?

Waktu demi waktu berjalan, perasaan "nyaman" muncul diantara kita berdua.

Advertisement

Apakah dengan rasa nyaman ini akan menghadirkan perasaan yang membuat kita berjuang bersama diantara satu sama lain?

Dan pada akhirnya ketika aku menelusuri hatimu, ada bayangan Seseorang yang pernah memilikimu disana. Bayangan tersebut yang menghalangiku untuk menelusuri hatimu lebih jauh. Dan pada akhirnya ketika hatimu sendiri yang tidak memberikan ruang tersebut. Benar benar tak ada ruang untukku. Hatimu memaksaku untuk berhenti menelusuri hatimu lebih jauh. Dan seketika aku sadar, ini lah pertama kaliku mau menelusuri hati seseorang, selama ini. Iya, selama ini. Tapi aku tidak ingin naif pada waktu. Waktu bisa saja berbohong pada dunia. Haruskah kita benar benar tidak percaya pada waktu?

Apakah cintaku belum cukup untuk membuktikan hatimu? Baiklah.

Aku gila. Benar benar gila. Aku benar benar menyayangimu. Rasanya ingin berhenti, tapi kenapa aku tidak pernah bisa melupakanmu? Rasanya aku lebih nyaman sakit seperti ini hanya untuk menyayangimu. Melihat senyummu saja sudah cukup. Walaupun bukan aku yang kamu mau. Mungkin karena kita sama sama pernah terluka, kita bisa saling nyaman. Tapi sayang rasa nyaman itu membuatku Jatuh hati.

Merindukanmu adalah hal paling menyakitkan yang aku rasakan, aku harus memilih dua hal. Mencari cara melupakan tentang dirimu atau kembali mengingat semua tentangmu. Mungkin aku hanya bisa mengingat dan kembali membaca semua sapaan kita disaat kita saling merasakan kenyamanan. Walaupun kini perasaan saling tak acuh, tapi tak ada niatan hati ini berhenti, dan merasakan kebahagiaan dengan jatuh hati lagi. Sekali lagi tak ada, aku lebih nyaman sakit hati hanya untuk menyayangimu walaupun bukan aku yang kamu mau. Mungkin satu. Selalulah tersenyum. Itu saja sudah cukup bagi hatiku yang masih mencari dimana Ruang baginya. Kehilanganmu berkali berkali sudah biasa bagiku, tapi kamu tak akan pernah kehilangan ku.

Sampai jumpa lagi kamu yang membuatku Jatuh Hati. Mungkin kata "Halo" "Hai" akan mendekatkan kita kembali. Iya suatu saat nanti. Entah ketika kamu telah mau memberikan ruang bagi hatiku ataupun Hatimu telah terisi oleh hati yang lain. Yang aku tau, aku menyayangimu.