Hai apa kabar kau pemimpi?

Dulu matamu selalu bercahaya menceritakan dengan detail mengenai kehidupan yang kau impikan. Kau berkata kau akan menjadi penulis dan berjanji memberikan aku buku bertandatangan.

"Kau akan masuk Top Ten orang pertama yang akan ku berikan karyaku, lengkap dengan tanda tanganku"

Kau melewati malam-malam dengan mengkhayal betapa bahagiannya jika kau berkunjung ke toko buku dan mendapati namamu di sana, tertulis di salah satu buku.

Tidak ada yang salah dengan mimpi atau bermimpi, begitu juga denganmu. Jika kau memutuskan seumur hidupmu untuk mewujudkan mimpimu maka aku juga akan mendukung.

Advertisement

Namun lihatlah dirimu kini, kau berjalan terlalu jauh dari mimpimu bahkan lupa dengan mimpi yang selama ini kau hidupi.

Kau lupa bagaimana cantiknya wajahmu dulu saat tersenyum mengikuti setiap kata yang kau tulis. Betapa indahnya dunia saat kau mencoba merangkai kata dan membayangkan sama seperti dirimu yang tersenyum membaca karya orang lain, kau juga akan berhasil membuat orang lain merasakan hal yang sama.

Hai pemimpi yang kini kehilangan asa, hai kau yang kehilangan semangat untuk melangkah, tetaplah gerakkan kakimu. Sebelum batas-batas menghalangimu, bahkan merangkaklah, karena hal hal kecil akan membawamu menemukan tujuan akhir.