Aku hanya wanita biasa, wanita yang tak memiliki kelebihan dalam penampilan. Apalagi jika dibandingkan dengan fisik, aku tidaklah lebih menarik jika disandingkan dengan wanita-wanita lain yang kata mereka memiliki nilai sempurna jika dilihat dari luar..

"Aku tidak memiliki keanggunan seperti wanita sebagai mestinya."

Aku tak pandai dalam bersolek jika kau ingin aku terlihat cantik. Aku juga memiliki badan yang besar, aku tidak memiliki tubuh ideal bagi seorang wanita yang seharusnya langsing,semampai,cantik dan hal menarik lainnya.

Kau yang kupanggil sayang, aku hanyalah wanita yang memiliki hobi membuat dirinya jelek. Berpakaian kumuh dan jarang sekali berhias diri. Aku hanya mampu menggendong tas ransel yang beratnya hampir menyamai beratku sendiri, aku merasa tak pantas jika disandingkan dirimu. Yang bisa kulakukan hanyalah dapat berjalan jauh, berpuluh-puluh kilometer dapat aku tempuh.

"Aku hanya memiliki kemampuan agar bisa bertahan hidup dengan kemampuan terbatas yang ada dalam diri ini."

Advertisement

Untuk memasakpun aku hanyalah seorang chef abal-abal, aku tak bisa membuat hal lain diluar memasak mie instan dan telur dadar kesukaanku sendiri.

Kau yang telah berhasil merebut hati ini. Aku juga memiliki kekurangan lainnya. Aku bukanlah wanita yang peka. Aku adalah tipe orang yang acuh. Aku tidak peka pada orang-orang disekitarku. Akankah nanti kau marah padaku jika aku memiliki banyak teman pria? karena kenyataannya aku sudah seperti itu. Aku memiliki banyak teman lawan jenis, namun bukan berarti aku tak setia. Hati ini sudah direbut olehmu, tentu saja tidak akan ada yang bisa merebutnya kembali. Baik itu temanku ataupun masa laluku.

"Hati ini hanya milikmu."

Kau yang selalu mencemburui masa laluku. Aku memiliki masa kelamku sendiri. Jujur, saat bertemu denganmu aku masih takut untuk jatuh cinta. Kisah cintaku sebelum bertemu denganmu sungguh masih terasa menyakitkan dalam pikiranku. Rasa sakit itu belum hilang sepenuhnya, rasa trauma itu masih saja membayangiku. Rasa ketika aku sangat menyayangi seseorang namun justru aku terjerembab dalam lubang yang salah.

"Kini,aku bersyukur memiliki seorang pria yang sangat posesif dalam urusan hatinya denganku."

Kau tahu ? seindah apapun masa laluku tapi jika semuanya sudah berakhir, tetaplah hanya secuil kenangan. Tidak ada yang patut untuk kubawa ke masa kini.

"Karena kini, yang ada hanya dirimu."

Hei kau yang kuharapkan sebagai calon imamku di dunia ataupun akhirat nanti. Mau kah kau menerima aku yang seperti ini? wanita yang bawel dan panik sendiri saat terjadi sesuatu denganmu. Wanita yang hanya bisa merengek berlebihan hingga menangis ketika sangat rindu berjumpa denganmu. Wanita yang memiliki segunung kekurangan yang belum terlihat seluruhnya dihadapanmu. Maukah kau bertahan dengan aku yang begini ??

#anonymous