Sebagai anak muda yang masih labil dan galau mengenai masa depan, belum lagi masalah percintaan yang tak kunjung usai. Kadang juga iri melihat teman kita yang udah menikah, dapat pekerjaan bagus, atau dapat warisan dari orangtuanya sehingga ga perlu susah payah mulai dari nol. Ya itu semua yang sering dialami dan dirasakan anak muda yang rata-rata berusia 20 sampai 26 tahun.

Kadang kita juga menerka-nerka, "Nanti jodoh kita seperti apa ya? Hm apa mungkin saya bakal dapat pasangan? Sampai kapan saya harus menjalani ini sendiri? Atau yang paling parah Ya Tuhan aku pasrah". Woy, Masih muda jangan patah semangat dulu dong! Tuhan itu besar, lebih besar dari masalah percintaan kita.

“Ada Waktu Untuk Segala Sesuatu yang Diupayakan”

Manusia selalu punya kriteria idaman untuk calon kekasih mereka, tapi terkadang kita lupa bahwa kecantikan fisik atau ketampanan saja tidak cukup untuk hubungan jangka panjang. Kadang kita hanya melihat apa yang berkilauan dari kejauhan sampai lupa memaksimalkan apa yang ada dalam genggaman. Maksudnya? Ya Terkadang kita jadi manusia itu terlalu sombong padahal Tuhan udah memberikan, tapi kita malah mengabaikannya.

Apabila sekarang kalian masih sendiri atau single dan tiba-tiba kalian menemukan seseorang mungkin tidak terlalu cakep/cantik atau dia masih belum mapan tapi kamu tahu dengan bersanding dengannya kalian merasa akan sama-sama berjuang, kalian menjadi pribadi yang lebih baik dengan saling mengingatkan satu sama lain. Maka dari itu tidak usah pikir panjang, Upayakan orang itu!

Advertisement

“Karena dia kita jadi menabung, olahraga, berpenampilan baik, rajin beribadah, dan kita menjadi lebih baik, itu tanda dia orang yang baik”

Yaa, memang kita tidak tahu apa yang terjadi nanti, Apakah dia untuk saya? Sangat bergantung pada kita, karena seseorang diajukan oleh Tuhan dan dikenalkan pada kita, lalu kita rawat dengan baik seandainya dia tidak baik maka dibaikkan. Tidak semua cinta yang dihidangkan oleh Tuhan itu yang baik, karena sebagian yang diberikan oleh Tuhan adalah ujian. Bukankah Tuhan menggunakan sebagian darimu adalah untuk ujian bagimu.

“Karena Cinta adalah Perhatian”

“Wanita yang baik akan menjadikanmu laki-laki yang baik”

Yang membaikkan jodoh itu kita, kalo tidak kita jodohi ga akan menjadi jodoh. Jodoh menjadi jodoh kalo kita menjodohinya dan dia menjodohi kita, jodoh tidak bisa dibuat satu arah, harus ada dua arah. Memang Semua ini berkat Tuhan tapi tetaplah kita yang mengupayakan.

“Wanita itu paling mencintai pria yang minta maaf walaupun tidak salah”

“Cinta itu berlangsung sesaat, kasih sayang dan komitmenlah yang melanjutkannya sampai kapanpun”

Apabila sedang patah hati, masih sendiri, atau menjadi bahan ejekan teman kalian. Gausah patah arang! Berdoa dan Berusahalah, karena selalu ada jawaban untuk doa kalian. Dan itulah Janji Tuhan.

saya pernah membaca sebuah statistik bahwa pernikahan ideal itu antara umur 25 sampai 35 karena pada masa-masa itu pola pikir manusia menjadi lebih dewasa, sudah mulai punya penghasilan dan emosinya juga lebih tertata. Tapi tidak semua orang bisa seperti itu, ada juga yang umur 40 baru bisa mengontrol emosi. semua kita kembalikan pada masing-masing individu.