Apa yang spesial dari kenangan, selain luka dan kamu?

Apa yang indah dari hujan, selain membasuh luka yang selalu datang dari masa lalu?

Hujan selalu berhasil menguar aroma dari sudut kenangan. Entah karena aku yang selalu bodoh karena tidak bisa dengan mudah melupakan atau kenangan yang memang terlalu kuat bertahan di ingatan. Selain hujan, ada jingga yang selalu kutemui di setiap senja. Jingga yang mengingatkanku bahwa dulu kita pernah mengukir kisah manja dari sisi pantai dan menulis impian-impian kita di sana.

Aku tidak mengira, "kita" akhirnya harus berakhir "luka". Semula, tidak dapat kubayangkan apa jadinya aku tanpamu. Semula, tidak pernah ada dalam anganku ingin membuatmu menjadi masa lalu. Sekadar membuatmu tahu, aku masih rapuh, masih tidak beranjak dari impian masa lalu. Tapi waktu terus saja merayuku, membuatku melakukan ini dan itu -banyak hal.

Hingga angan tentangmu yang selalu saja datang dari arah hulu, tertumpuk oleh tugas-tugas yang meminta diselesaikan dengan laju. Asal kamu tahu, aku tidak serta merta melupakanmu. Di sela sibukku, saat hujan dan jingga bertemu saat senja, tidak ada hal lain di ingatan selain kamu.

Mengingat apa yang telah kamu lakukan padaku, mengingat luka yang kau toreh. Membuatku membenci ingatanku sendiri. Aku berusaha untuk lupa, tapi seharusnya aku membuat diriku mengerti; semakin rasa ingin melupakan itu hadir, semakin ingatlah dia.

Advertisement

Setiap hari aku membuat diriku mengerti, hingga tibalah saat aku mempertanyakan; apa hubungannya hujan, jingga dan masa lalu yang selalu menjelma kamu itu?

Jawaban dari seseorang yang ada di dalam tubuh adalah tidak ada. Rasa ingin lupa hanyalah kiasan dari drama ingin luka. Kisah pedih yang didramatisir seolah akulah yang paling sedih. Sebanarnya, aku tetaplah aku, sebelum bersamamu aku bahagia, sudah seharusnya tanpamu akupun harus bahagia. Iya, itulah yang seharusnya kukatakan pada diriku jauh sebelum kamu datang dan akhirnya memilih pulang. Sudah seharusnya aku menyadari, kalau untuk bersamaku saja kamu tidak lagi bersedia, aku juga harus memilih jalan lain untuk menemukan yang lebih setia.