Hai kamu mantan terindahku…

Saat ini mungkin hanya dengan tulisan ini aku bisa menyapamu… Aku tidak tahu lagi bagaimana kabarmu. apakah senyummu masih sama? senyum yang dulu selalu menenangkanku. Dulu saat aku kehilangan arah, kamulah yang selalu menjadi arah tujuanku pulang.

Hai mantan terindahku..

Masih ingatkah kamu tentang mimpi yang pernah kita rangkai berdua? masih adakah aku di salah satu ruang kepalamu. Karena dulu kamu begitu ngotot selalu meminta pertemuan ketika kamu merasakan sebuah rasa yang orang sebut "Rindu".

Aku masih ingat betul hal apa yang harus memisahkan kita berdua dulu. saat itu terjadi aku bagaikan kapal yang terombang – ambing di samudra luas yang seketika kehilangan arah. Tetapi waktu memang benar dapat menyembuhkan lukaku. Saat ini aku telah terbiasa mendengar namamu bahkan melihat status dari keluargamu yang seringkali muncul di beranda facebookku. dulu saat semua mimpi yang telah aku percaya hancur segala hal tentangmu sungguh menyesakkan dada. Tapi saat ini aku mulai terbiasa.

Advertisement

Hai mantan terindahku..

Kamu memang bukan yang pertama, tapi kamu yang memberiku luka cukup parah. Tapi tenanglah sayang, aku bukanlah pendendam karna kini telah kuikhlaskan segalanya. Dan yang tak pernah berubah adalah doaku masih sama selalu menyertaimu. Aku selalu meminta agar kau tetap selalu bahagia dengan siapapun. karena dulu kau telah memberiku berjuta kebahagiaan yang sampai saat ini membuat diriku susah lupa

Dari: seseorang yang selalu bersamamu dulu 🙂