Dia sahabatku, kita sudah bersahabat sejak lama. Hampir semua tentang dia, aku mengetahuinya. Mungkin setelah orang tuanya, aku lah orang yang paling mengenalnya. Mengenal tentang hobinya, makanan kesukaannya, warna favoritnya dan muka jeleknya ketika dia merengek dan menyebalkan.

Karena terbiasa bersama dengannya, terkadang aku bingung. Apakah akan ada lelaki sebaik dia yang aku temui kembali? Apakah kita hanya akan berteman selamanya?

Ketika membaca kisah Ayudia dan Ditto, kadang aku berkhayal. Dia mengeluarkanku dari zona friendzone ini. Aku sebagai wanita malu mengakui kalo aku mencintainya, bukan kah seharusnya lelaki yang menyatakan? Tapi tingkahnya pun terkadang menunjukkan bahwa dia cemburu jika ada seseorang yang mendekatiku.

Terkadang aku ingin bertanya kepadanya tetapi dia selalu mengelak dengan lelucon seperti "tentu tidak mungkin, aku cemburu melihatmu dengannya."

Seketika ada rasa sedih dalam hatiku, setiap aku putar lagu Ayudia dan Ditto rasanya seandainya itu terjadi dalam hidupku. Karena aku pun ingin melangkah bersamamu, dengan sifat burukmu dan segala hal tentangmu, aku menyukainya meski terkadang aku harus menutupi perasaanku.

Advertisement

Maafkan aku yg hanya bisa berdoa kepadaNya agar kau bisa mengerti perasaanku. Aku takut melukai persahabatan kita meskipun semua orang memintaku untuk menyatakan daripada aku menyesal, tapi menurutku persahabatan kita lebih penting dibanding cinta yang belum tentu berakhir bahagia. Aku selalu mencintai kamu, lelaki yang selalu melindungiku walaupun kita hanya sebatas teman.