1. Dulu cinta itu begitu indah,begitu peduli. sampai-sampai aku pikir tidak akan mungkin hatimu mampu kehilanganku.

Saat awal pertemuan,aku merasa biasa saja dengan status kita sebagai teman lama yang sudah bertahun tak bertemu,aku mungkin hanya merasa kaget dengan sosokmu yang berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.

Ya, mungkin beberapa tahun yang lalu aku memang jarang memperhatikanmu sehingga sosokmu terasa asing bagiku. Namun pertemuan kita kembali, membuatku senang dengan sosokmu yang sangat nyambung diajak ngobrol,bercanda,dan bercerita.

Mungkin saat itu tak kusadari,kamu menyimpan benih cinta itu padaku,yang sama sekali belum kusadari. Dan ketika beberapa kali pertemuan,kamupun mengungkapkan semua isi hatimu,saat itu aku pun mengiyakan terjalinnya hubungan antara kita.

"Walaupun mungkin saat itu hatiku belum sepenuhnya untukmu karna masih ada luka dan cinta di masalalu ku yang membuat hatiku terhalang untuk menyambut cintamu."

Dengan kesabaranmu,kamu berusaha merebut hatiku. Sgala cara kamu lakukan untuk dapat membahagiakanku. Membahagiakan aku yang tak pernah membahagiakanmu sedikitpun. Saat itupun kamu sering kali menulis surat untukku dengan untaian kata yang indah yang membuatku merasa segalanya begitu indah,kamupun begitu peduli dengan smua hal hal kecil tentang aku,sehingga akupun merasa kamu tidak akan mampu kehilangan hatiku.

2. Cinta yang indah itu membuatku lalai,hingga tak jarang aku menyakiti hatimu,bahkan aku pernah mencoba membagi cintamu.

Advertisement

Dengan cinta yang indah ini,aku merasa bagai putri yang selalu dituruti kemauannya. Aku terlalu manja kepadamu,sampai sampai tanpa sadar aku menjadi ketergantungan denganmu. Dari urusan kampus,masalah keluarga,sampai masalah keuanganpun aku gantungkan padamu.

Tapi dengan semua itu tak membuat aku merasa cukup puas,tanpa ku sengaja sering ku menyakiti hatimu dengan meluapkan emosiku padamu,aku tetap merasa kau tak dapat memiliki hatiku seutuhnya,kau tak bisa membahagiakanku sepenuhnya.

Bahkan tanpa kusadari,aku sudah membuka hati untuk pria lain dan mencoba membagi cintamu tanpa sepengetahuanmu. Aku merasa biasa saja tanpa rasa bersalah,dan aku tak peduli kalaupun nantinya kamu pergi dariku karna hal ini.

3. Saat kau tau semua ulahku,kau tak lantas pergi. Kau masih disini untuk memaafkanku,walau aku tau tak mudah untukmu melupakan kesalahan-kesalahanku.

Akhirnya smuanya terungkap,dan untuk pertama kalinya aku merasa bersalah denganmu. aku meminta maaf untuk khilafku,dan kau memaafkanku dan tetap disampingku. Walau aku tau dari pancaran sinar matamu yang tak bisa berdusta bahwa rasa sakitmu masih ada.

Namun aku coba mengabaikannya. Perjalanan cinta kita masih sewajarnya,dan kamu masih menjadikanku putri dihatimu. aku memang bahagia,namun rasanya aku masih mencari kesempurnaan dalam dirimu.

" Saat badai cinta ini menghantam,dan kau tak goyah untuk mempertahankanku,aku jadi semakin yakin bahwa kau tak sanggup kehilanganku."

4. Ada saat dimana kamu mungkin merasa jenuh dengan sifatku,dan akhirnya pentengkaran demi pertengkaran semakin menyeruak hingga aku memutuskan untuk menyuruh kamu pergi dariku.

Perjalanan cinta kita masih berjalan seperti biasa,namun aku merasa ada saja yang membuat kita tak sependapat. Entah itu karna lukamu akibat kesalahanku dimasa lalu atau karna kejenuhanmu menghadapiku yang selalu melampiaskan emosi padamu,entahlah. Namun diujung hati ini aku malah merasa benih benih cinta yang sempurna itu telah tumbuh.

Rasanya kamu sudah memiliki hatiku seutuhnya,dan aku mulai takut kehilanganmu. Aku menjadi lebih protect kepadamu,aku ingin tau sgala yang kamu lakukan dan aku marah kalau beberapa jam saja tak ada pesan darimu di ponselku.

Aku merasa mulai terobsesi denganmu,dengan cinta yang selama ini kau tawarkan. Namun dibalik itu semua,kamu malah mengurangi kepedulianmu padaku,kepedulian yang dulu sangat aku butuhkan. Aku merasa tak diinginkan dihatimu,dan akupun memintamu pergi.

"Aku memintamu pergi bukan karna aku tak cinta,namun sebaliknya. Karna aku terlalu cinta dan berharap kamu mempertahankanku dan memohon untuk kembali pada keadaan yang sama saat awal kita bersama."

Namun aku makin kecewa karna saat aku memintamu untuk pergi,dan kamu memang pergi. Tanpa menoleh sedikitpun,tanpa ingin tau keadaanku,kamu tetap pergi. Untuk pertama kalinya aku menangisimu,mungkin lebih tepatnya aku menangisi cinta yang sudah aku temukan dihatimu,namun kau malah memilih pergi membawa cinta itu.

5. Didalam kesendirianku akhirnya aku menyadari bahwa ini semua bagian dari kesalahanku dan aku juga telah menyianyiakan cinta yang selama ini aku cari,hingga aku memang harus memperbaikinya.

Setelah sekian lama aku menangisi kepergianmu dan menahan rinduku,setelah sekian lama aku mencoba mencari cinta yang baru untuk menggantikanmu,namun aku tak dapat menemukan sesuatu yang aku cari slama ini seperti saat bersamamu.

Cinta yang lain tidak ada yang seindah kamu,cinta yang lain tidak ada yang sepeduli kamu denganku,bahkan aku tak bisa bergantung pada cinta yang lain selain dengan cintamu. Dengan menurunkan ego,mengabaikan gengsi akupun mencari tau tentang keadaanmu,dan aku pun tau ternyata kamu juga merindukanmu. Setelah sekian lama akhirnya kamu mengirimkan pesan disosial mediaku,dan akupun bersambut.

Mungkin inilah saatnya aku memperbaiki kesalahanku,mungkin inilah saatnya aku membahagiakanmu yang pernah kusakiti berulang ulang. Dan akupun mengungkapkan keinginan untuk memperbaiki hubungan kita.Awalnya kamu seolah ragu dengan keinginanku,namun aku slalu meyakinkanmu hingga kamupun mengiyakan untuk menjalinnya kembali.

"Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia,karna bisa mencintai dan dicintai olehmu,oleh hati yang slama ini aku cari, oleh cinta yang aku cari slama ini."

6. Saat ini aku memang sudah bersamamu,tapi mengapa aku malah tak menemukan sesuatu yang slama ini aku cari? apakah kembali pada cinta lama yang tlah tersakiti adalah suatu kesalahan? kalau bukan,kenapa semuanya tak bisa kembali seperti semula?

Pertanyaan pertanyaan itu malah sekarang berkecamuk dihatiku. Saat ini,saat kita telah bersama dan saat hatiku telah ku pasrahkan padamu,kenapa semuanya malah berbeda? aku malah merasa tak menemukan sesuatu yang aku cari dahulu,aku tak menemukan sesuatu yang pernah aku dambakan,sesuatu yang pernah aku gantungkan dan butuhkan.

Aku tau, aku pernah salah,aku tau tak mudah bagimu melupakan rasa sakitmu,aku tau aku pernah menyianyiakan kebahagaiaan dan keindahan yang kamu tawarkan,aku tau aku pernah memintamu pergi dariku,aku tau mungkin aku ini jahat dan bukan orang yang pantas dicintai.

Namun apakah cinta itu sudah bukan untukku lagi? Apakah tidak ada kesempatan untukku lagi merasakan hal yang sama? salahkah jika aku hanya ingin dicintai dan mencintai bukan hanya memilih salah satu? Aku harus apa lagi untuk bisa mengembalikan cintamu yang dulu?

Kalau aku tau ada sesuatu yang bisa aku perbuat untuk mengembalikan hatimu yang dulu,aku akan melakukan apapun untuk itu. Aku hanya ingin jadi prioritasmu.Jadi tempat pertama dimana kau menceritakan keseharianmu,jadi orang yang paling kau rindukan, jadi orang yang kau cemburui seperti dahulu,dan jadi orang yang paling kamu pedulikan seperti dulu. Apa yang harus aku lakukan agar smuanya tidak berbeda?