Hai, apa kabar dengan dirimu? Ku harap kau baik-baik saja, sudah beberapa bulan ku jalani semuanya tanpa dirimu. Ku ingat percakapan kita melalui telepon pada malam itu, ketika ku memutuskan untuk menyudahi semuanya. Kau pun mencoba untuk menerima keputusanku.

Ntahlah apa yang kupikirkan saat itu, emosi menguasai diriku hingga aku memutuskan untuk pergi dan menyudahi.

Sejujurnya rasa ini masih sama seperti kau membuatku jatuh cinta pertama kalinya, tak ada yang berkurang. Kau satu satunya laki-laki yang datang membawa ribuan warna untuk melukiskan kebahagiaan di hidupku, dan tidak adanya dirimu di sisi melukiskan kesedihan yang disisakan hanya abu-abu.

Andai saja kau tahu, tak mudah untuk mengubur rasa dan membohongi diri untuk tidak peduli terhadapmu. Bagaimanapun juga, kau mengubah diriku menjadi lebih baik. Akupun sadar, Tuhan membiarkanmu masuk dalam hidupku karena ada tujuan yang direncanakan-Nya.

Namun saat itu di satu sisi kupikir aku tak mungkin terus menerus bergantung padamu memintamu untuk selalu ada untukku, memintamu untuk selalu memberikan semangat, memintamu untuk selalu menjadi pengarah dalam apapun yang akan ku lakukan.

Advertisement

Ada masanya aku harus mulai belajar sendiri, berjuang sendiri, tanpa doronganmu dan tanpa semua tentangmu.

Perlu kau tahu, semuanya terasa lebih berat ketika aku harus menjalaninya sendirian. Tapi aku selalu mengingat kata-kata yang selalu kau ucapkan padaku, ketika ku mulai kehilangan semangat. Aku bersyukur kepada Yang Kuasa, pernah menjadikan ku bagian dari hidupmu.

Sosokmu yang penuh semangat, membuatku juga semangat untuk menjalani semuanya. Tak terhitung berapa banyak kosa kata untuk menjelaskan tentangmu.

Mengapa dirimu selalu membuat ku bertanya-tanya tentang perasaanmu, apakah perasaanmu masih sama seperti dulu? Setelah keputusan itu, ketika ulang tahunku kau pun masih mengatakan bahwa kau masih mencintaiku, namun beberapa saat setelah itu apa yang kau katakan tak lagi bisa meyakinkanku.

Untukmu yang selalu membuat teka-teki yang sulitku jawab, maukah dirimu menjelaskan sebenarnya? Siapakah orang yang kau cinta saat ini?

Beruntungnya dia bisa memenangkan hatimu, menjalani semuanya denganmu. Aku yakin betapa bahagianya perempuan itu bisa memilikimu, karna kau satu satunya laki-laki yang bisa dengan mudah membuatnya jatuh cinta berkali-kali dengan segala yang kau miliki.

Akupun berharap waktu akan membawaku menemukan seseorang yang menemani perjalananku, seseorang yang akan mengajarkanku tentang hal baru, dan seseorang yang akan melukiskan warna yang lebih indah.

Terimakasih atas waktu yang pernah kau habiskan bersamaku, cerita–cerita singkat yang mengisi hari-hariku, hal-hal yang membuatku tahu dan belajar, dan atas segala yang pernah kau lakukan untukku.

Dalam doaku, aku berharap Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk dirimu. Atas perjuanganmu, harapanmu, dan cita-citamu. Walaupun kita tak lagi bersama, namamu masih ku sebut dalam doa.