Terkadang kita pasti bingung dengan perbedaan antara pertemanan dan pesahabatan. Sebagian besar orang merasa bahwa ia mempunyai banyak teman dan memiliki sedikit sahabat. Tapi itu semua adalah salah, mengapa? Mari kita bahas tentang pola pikir masyarakat jaman ini.

Persahabatan diambil dari kata Sahabat, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti kawan, teman, dan handai. Dan untuk Persahabatan itu sendiri dalam KBBI memiliki pengertian perihal bersahabat, perhubungan selaku sahabat. Menurut Wikipedia ”Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial”. Menurut 3 hal tadi dapat dikatakan bahwa Persahabatan dengan Pertemanan itu adalah sama. Mereka sama-sama menemani saat kita suka maupun duka.

“Sahabat itu lebih baik dari pada teman! Karena Teman hanya mencariku ketika ada perlunya saja!”

Kata-kata itu ataupun sejenisnya seringkali muncul di timeline, ataupun media sosial lainnya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Itu dikarenakan orang yang memiliki pendapat seperti itu sedang berada dalam pola pikir negatifnya yang membuat pikirannya menerka-nerka bahkan membuat argumennya sendiri tentang pertemanan itu terkadang palsu, dan persahabatanlah yang abadi.

“Ia hanya mencariku ketika ia merasa perlu saja!”

Advertisement

Itu sebuah argumen ketika seseorang merasa terkhianati oleh temannya sendiri. Ingat, itu hanya argument bukan kenyataan. Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, karena pola pikir setiap orang pun berbeda-beda.

Bagaimana cara menghadapi ‘Teman yang mencari ketika perlunya saja?’

Tetaplah berpikir positif, jangan pernah sekalipun mengambil sisi negatif dari sebuah masalah. Manusia itu tak sempurna, mereka pasti akan melakukan kesalahan di kemudian hari. Jika seorang sahabat melakukan kesalahan, apa status ‘Sahabat’ akan turun menjadi teman? Tentu saja tidak. Sejatinya Sahabat dan Teman itu adalah sama, yang berbeda hanya kata yang mengungkapkan status itu. Sahabat dan teman adalah orang yang bersama dengan kita, yang menolong kita saat kita susah, yang memberi pendapatnya ketika kita kebingungan dalam mencari arah hidup.

Ketika kita terbawa arus kesalahan yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kegagalan, sahabat atau temanlah yang akan mengingatkan kita untuk tidak terjun ke dalamnya. Ketika langkah kaki kita di atas gurun mulai tak nampak karena kelelahan, sahabat akan menopang untuk menyemangati dan sahabatlah yang membuat langkah demi langkah akan terasa ringan. Bahkan dalam tidur panjang dari seseorang, ia akan mengingat jutaan memori tentang sahabat atau teman mereka sendiri.

Dan terkadang sahabat atau teman dapat diumpamakan seperti bintang yang muncul setelah matahari terbenam. Bintang itu tak nampak ketika siang, namun nampak saat kegelapan. Sahabat atau teman akan selalu muncul dan menolong ketika kita merasa kalut ataupun sedih. Sahabat atau teman adalah bintang, kita tak selalu melihatnya tapi kita tau mereka selalu ada di langit ketika gelap.