Menjadikan anak menjadi seorang sarjana adalah impian semua orang tua. Apapun akan dilakukan ayah dan ibu agar anak bisa mendapatkan pendidikan.

Menempuh sarjana, membuat aku harus jauh dari ayah dan ibu. Jauh dari ayah dan ibu bukanlah hal mudah tetapi seiring berjalannya waktu hal itu akan terbiasa dan kita akan semakin mandiri dan dewasa. Dimana pada masa itu, kita belajar memecahkan permasalahan sendiri dan terlihat selalu bahagia ketika ayah dan ibu menelpon mu…

Rasanya tak ingin sedikitpun, menjadikan ayah dan ibu mu cemas karena keadaan mu. Ayah dan ibu,, jangan cemaskan anakmu yang lagi menuntut ilmu, aku akan slalu baik-baik saja. Aku tak ingin air mata ayah dan ibu jatuh sedikitpun. Meskipun aku sangat menderita jauh dari mu.

Memendam kesedihan sendiri…memendam masalah sendiri, kesulitan dalam belajar tak pernah tahu, bahkan berpura-pura sehat dalam setiap waktu. Terkadang sudah sangat penat masalah yang dihadapi baik di lingkungan kampus atau lainya. Rasanya ingin menceritakan kepadamu ayah dan ibu. Tetapi dalam hati berkata : aku tidak mau buat ayah dan ibu cemas. Aku tidak mau mereka sedih, aku tak mau ada air mata yang jatuh. Karena ayah dan ibu juga pasti memiliki masalah,

Hening malam, air mata tiba-tiba saja terjatuh.. Kerinduan untuk bersamamu, berkumpul bersama dan merindukan pelukanmu. Kesenangan yang didapatkan di luar lingkungan rumah tidak sebanding dengan kebahagiaan saat bersama-sama ayah dan ibu mu…

Advertisement

Aku akan belajar dengan baik, agar aku mendapatkan gelar sarjana seperti yang ayah dan ibu idamkan. Karena kerja keras mu adalah semangatku. Semangat untuk memperjuangkan kebahagiaan ayah dan ibu, dan jika bekerja nanti aku akan membawa ayah dan ibu keliling kesuatu tempat yang ayah dan ibu inginkan dari dahulu.