Ayah, aku ingin bercerita, tentang mereka yang beberapa kali pernah mengisi hari-hariku.

Dengan bercerita padamu, ayah,

aku merasa sampai kapanpun akan selalu menjadi gadis kecilmu yang manja

Aku jauh darimu sekarang, tapi tidak secara perasaan, hanya masalah jarak.

Karenanya, terkadang, aku membutuhkan sosok laki-laki yang menyerupaimu,

Tidak.. tidak, bukan untuk menggantikanmu.

Advertisement

Hanya terkadang, ada beberapa pekerjaan laki-laki yang mungkin tidak bisa aku kerjakan sendiri, saat pindahan kamar kos, misalnya. Bukankah itu pekerjaan yang berat ? Hehe..

Awalnya memang sesimpel itu, tapi ternyata aku juga butuh laki-laki yang mengayomiku, melindungiku, dan memimpinku.

Sepertimu, Ayah.

Bukan.. bukan, bukan untuk menggeser posisimu sebagai pelindungku.

Hanya saja, kadang kejenuhan di rantau, membuatku harus memiliki seseorang yang mampu menopangku, menyemangati, dan berkata semua akan baik-baik saja.

Awalnya, hanya sesederhana itu.

Hingga lambat laun, kami saling berbagi cinta. Ya, aku dengan beberapa sosok laki-laki yang aku anggap mampu menyerupaimu.

Tapi, ternyata tidak semudah itu.

Dan aku ingin menanyakan hal ini padamu, Ayah,

mengapa mereka tidak sepertimu ?

Kamu memimpinku, tanpa aku merasa terpimpin.

Kamu melindungiku tanpa aku merasa terpenjara.

Kamu tiada bosan menyemangati saat aku berada di titik paling bawah, dan,

kamu selalu ada, tidak pernah pergi sedetikpun dari hidupku.

Aku memang pernah mencintai mereka, begitupun mereka, pernah mencintaiku,

Tapi mereka menyisakan hati yang patah, apakah cinta itu seperti itu ?

Ayah, kamulah laki-laki pertama yang membuatku jatuh cinta,

Dengan segala kesederhanaanmu, dengan segala cinta yang tidak pernah membuatku patah.

Dan kamulah, satu-satunya laki-laki yang mungkin tidak akan pernah membuatku sakit.

Tidak akan ada yang pernah menggantikan sosok sepertimu, Ayah.

Tidak akan pernah ada yang pernah aku cintai, seperti aku mencintaimu.

Tidak akan lagi aku cari laki-laki sepertimu,

Hanya saja, aku masih berharap pada Tuhan, dia memiliki satu laki-laki yang sosoknya tidak jauh darimu.

Dan disimpankannya laki-laki itu untukku, untuk dipertemukan denganku di waktu yang tepat.

Yang aku tahu, siapapun anak perempuan di dunia ini, Ayahnya adalah cinta pertama baginya, dan Ayahnya adalah satu-satunya sosok laki-laki yang tidak akan pernah membuatnya sakit hati.

Aku mencintaimu, Ayah.