Teruntuk ayah.

Dalam 365 hari, ada satu hari di mana orang-orang merayakan hari yang spesial, memberikan kado terindah, dan waktu terbaik mereka untuk makhluk paling spesial, malaikat tanpa sayap yaitu kepada ibunda. Tapi bagiku, hari spesial itu ku peruntukkan untukmu, ayah.

Sosok yang sederhana, tanpa banyak bicara, mengungkapkan cinta dengan contoh yang nyata. Tanpa berderet kata terucap, rasa sayang dan cintamu kepada kami engkau tunjukkan, tak pernah sekalipun emosi meledak dan kata kasar keluar dari bibirmu, ucapan santun emosi yang ditekan ketika menasihati kami. Ketika kami melakukan hal yang paling membuatmu marah dan kecewa, engkau tak pernah berteriak atau bahkan membentak cukup pandangan mata tajam itu yang memberi isyarat bahwa kau tak suka dengan apa yang kami lakukan.

Sosok itu yang kini menjadi idolaku, ayahku cinta pertamaku, lelaki pertama yang membuat aku terpana, dengan sikap dan tutur kata tegas tanpa tekanan, membuat kami nyaman. Bagiku engkau adalah cinta pertamaku. Sosokmu, sikapmu, ingin aku temukan sosok itu di lelakiku kelak. Aku berharap lelaki itu nanti juga memiliki sikap dan tutur kata seperti dirimu.

Bagi seorang anak perempuan, ayah adalah pelindungnya, bagi seoarang anak perempaun ayah adalah cinta pertamanya, yang membuatnya tenang dan nyaman saat bersamanya. Mungkin bagi mereka dalam 365 hari itu ibu yang berjasa dalam hidup kita, tapi bagiku kini engkau Ayah, SOSOK YANG BERHARGA ITU.

Advertisement

Ayahku, pahlawanku, pelindungku, dan cinta pertamaku.

Teruntuk ayah yang telah berjuang dari nol untuk keluarga kecil kami, membuat aku sekarang yang beranjak dewasa menyadari akan pentingnya sosokmu.

I LOVE YOU AYAH.

SELAMAT HARI AYAH.