Kangen terus? Gak bosen? Mau sampai kapan?

Itu hanya sebagian kecil dari pertanyaan (baca: ejekan) dari teman-teman ketika di status media sosialku kutuliskan secuil kata rindu. Begitu banyak yang mendadak berubah menjadi ahli nujum yang handal, memprediksikan jawaban atas rindu yang selalu kutuliskan. Tapi tak mengapa, bukankah kita memang pejuang rindu? Itu sudah biasa bagiku.

Tapi tahukah engkau Sayang, menjadi gadis yang selalu merindu justru membuatku jadi lebih baik dari sebelumnya.

Aku tak keberatan jika dengan semua kesibukan dan pekerjaanmu, aku hanya kebagian Sabtu dan Minggu untuk mendengarkan suaramu, mengetahui kabarmu, memahami cerita tentang kerasnya hidupmu di sana. Sungguh, aku tak pernah keberatan. Aku justru bersyukur, rindu memberiku kesempatan untuk naik kelas dalam ujian kesabaran. Ketika gadis lain bisa setiap saat menghubungi kekasihnya, berkeluh kesah, bermanja-manja, dan aku harus tetap bersabar menabung rinduku.

Menjadi gadis yang merindu, memberiku pelajaran bahwa menjadi lebih baik itu butuh waktu, niat, dan proses.

Advertisement

Sabar ya Cantikku…

Itu yang selalu kau katakan. Sekarang sungguh aku mengerti mengapa begitu sering kau menyuruhku bersabar. Percayalah, kini aku benar-benar jadi gadismu yang penyabar. Jika dulu aku begitu marah jika panggilan telfon dariku kau abaikan karena kesibukan pekerjaanmu, kini aku sudah mampu mengerti bahwa aku bukanlah satu-satunya yang harus kau urus dalam hidupmu. Jika dulu aku akan ngambek jika pesan singkatku tak segera kau balas, waktu telah mengajarkanku bahwa rindu yang benar adalah rindu yang mampu mengerti ketika ia tak dipenuhi. Masih banyak lagi hal-hal yang ternyata kecil namun dulunya begitu sering kubesar-besarkan untuk memuaskan egoku. Kau pasti akan bangga jika tahu seberapa jauh rindu telah mengubahku. Terima kasih untuk tidak pernah bosan menyabarkanku. You're great!

Menabung rindu untukmu tidak pernah mudah, namun aku yakin mampu melewatinya.

Tidak pernah mudah, tapi bukan berarti tidak mampu kita lewati.

Sekali lagi, yang baik itu butuh proses, bahkan mie instant yang katanya instan pun butuh proses sebelum bisa dimakan. Ini tidak akan mudah. Akan ada saat-saat ketika tidurku tak bisa lelap, lalu melayangkan pikiranku jauh ke langit-langit kamar, membayangkan kapan rinduku bisa terjawab. Akan selalu ada momen ketika melihat sahabatku memeluk erat kekasihnya, dan aku hanya bisa mendengar suaramu lewat telefon. Tidak pernah mudah, tapi bukan berarti tidak mampu kita lewati. Rindu kita akan semakin banyak, dan seperti yang selalu kau katakan, Tuhan adalah Ahli memainkan waktu, Dia akan memberikan waktu yang tepat, bukan cepat.

Jalan kita masih sangat panjang, masih banyak yang harus kita raih. Jangan terlalu mewek dengan drama-drama kangen yang tidak penting.

Sabar.., sibuk ini kan untuk kamu juga nantinya…

Aku bersyukur ketika mengetahui bahwa dirimu adalah lelaki yang sangat mencintai pekerjaan. Bukan untuk hasil, bukan sekedar salary fighter, tapi kau adalah lelaki yang malu jika tidak melaksanakan tanggungjawabmu. Komitmen untuk menuntaskan pekerjaan adalah keharusan bagimu. Sedikit banyak aku melihat sosok ayahku di dalam dirimu, dan itu membuatku tak pernah merasa rugi untuk terus menabung rinduku. Ketika aku mulai merengek menagih perhatianmu, dengan bijak kau selalu membuatku mengerti bahwa untuk menjadi seorang perindu yang kuat, aku tidak boleh hanyut dalam drama-drama kangen yang tidak penting. Kangen yang berkualitas adalah kangen yang tidak sebentar-sebentar minta diperhatikan, itu katamu. Once again, I'm truly deeply in love with you!

Sabtu dan Minggu selalu menjadi hari yang paling kutunggu, karena Senin hingga Jumat aku menyimpan sederet ceritaku untuk kusampaikan padamu, termasuk candaan-candaan kecilku ketika club bola kesayanganmu kalah dalam pertandingan…

Duhh… Milan kalah lagi yank? Ehhh… Liverpool menang? Tumben….

Jika bisa, ingin rasanya Sabtu dan Minggu hanya kita saja yang menggunakan jaringan telefon di dunia ini. Hahaa,. Ketika dua hari tersebut jadi tempat kita berbagi cerita, nasihat, pengalaman, canda tawa, terkadang kesabaran masih harus diuji oleh kestabilan jaringan operator yang kita gunakan. Mulai dari panggilan telefon yang susah tersambung, suara di telefon yang terputus-putus, hingga signal yang kadang susah ditemukan. Berada di lokasi kerja yang aduhai jauhnya membuatmu hampir jadi manusia yang paling susah dihubungi. Tapi sekali lagi, yakin bahwa rinduku akan terjawab, membuat semua itu bisa teratasi dengan baik. Jika sudah berbagi cerita denganmu di telefon, aku bisa menjadi wanita yang paling bahagia. Saling bertukar kabar, berbagi pengalaman, meminta dan memberi nasihat, hingga candaan yang mampu membuat tawa meledak nyaring, semua itu kuyakini adalah sebagian kecil dari rinduku yang terjawab. Lebay? Tidak. Itu hanya bahagia yang meluap. Heheee…

Aahh, cukuplah kali ini. Ingatlah selalu bahwa aku terus menabung rinduku untukmu..

Rindu adalah pertanyaan yang layak untuk kita perjuangkan jawabannya…

Entah masih akan berapa banyak rindu yang kita hasilkan, tapi jangan jadi pasangan lemah yang tidak bisa berjuang dan bertahan. Jarak, waktu, dan rindu, jadikan mereka sahabat kita. Tentang mimpi untuk suatu saat bertemu dan menjawab rindu? Tak usahlah memaksa diri dan menduga-duga untuk itu. Jangan jadi makhluk yang suka mendahului kehendak-Nya. Waktu yang tepat adalah bagian-Nya. Tidak pernah terlalu cepat, tidak akan juga terlalu lambat, pasti akan tepat. Jadi, mari kita terus saja menabung rindu, menikmati setiap pelajaran yang diberikan lewat ujian kesabaran, karena jika kau yakin bahwa rindu itu adalah sebuah pertanyaan, maka pertanyaan manakah yang tak memiliki jawaban?