Rasanya aku tak pernah menyangka telah dipertemukan dengan kamu, seseorang yang ku definisikan begitu menarik dan berbeda. Kamu seseorang yang dengan caramu sendiri mampu membuat segalanya nampak lebih mengagumkan.

Ehm aku lupa bagaimana awal perkenalan kita, tapi yang jelas perkenalan kita terjadi begitu saja, tidak ada yang spesial ataupun membuat jantung berdebar, semuanya berjalan begitu saja .

Hingga suatu hari komunikasi kita terjalin begitu baiknya dan mungkin bisa dibilang sering. Semenjak saat itu aku mulai mengakui bahwa kamu memang berbeda. Kamu selalu berhasil membuatku menjadi seseorang yang lebih kuat, seseorang yang tidak cepat menyerah dengan keadaan.

Kamu selalu berhasil menasihatiku dengan caramu yang harus kuakui lagi aku merindukan sosok sepertimu, sosok yang menasihatiku tanpa harus menjatuhkanku, mengingatkanku tanpa harus melukaiku, dan sungguh aku menyukai hal ini.

Tak jarang pula kamu selalu bersedia mendengar ceritaku, cerita yang mungkin bisa dibilang tidak terlalu penting, tapi sekali lagi kamu dengan sabar mendengarkanku. Oh Tuhan, dia memang begitu istimewa, bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati dengan orang seistimewa dia dan bagaimana bila suatu hari nanti aku menyukainya, apa aku menghapusnya?

Advertisement

Dan beberapa hari belakangan kita memang sering bertukar kata, kamu mendengarkanku dan aku mendengarkanmu, sugguh aku sangat nyaman menceritakan banyak hal kepadamu. Padahal sebenarnya aku bukan orang yang pandai bercerita kepada orang baru, tapi entah kenapa aku mempercayaimu, menceritakan banyak hal tentang ceritaku.

Kamu juga melakukan hal yang sama, ceritamu cukup mengesankan, dan bila boleh kusimpulkan dari kamu, kamu pria keras kepala yang kutau kamu cukup memiliki tanggung jawab yang bisa dibilang luar biasa mengagumkan. Kamu sudah berpikir bahwa kelak kamu akan jadi seorang kepala rumah tangga, jadi kamu harus mempersiapkan semuanya dari sekarang. Itu yang membuatku salut karena yang kutau anak seumuran denganmu sekarang masih sibuk bermain dengan temannya tanpa peduli bagaimana masa depannya. Kamu memikirkan sesuatu yang bahkan aku sendiri belum tentu berpikir sejauh itu.

Sekali lagi kamu membuatku jatuh hati, betapa beruntung dan bahagianya gadis yang nanti kelak akan menjadi pendampingmu mendapat pria sebaik kamu.

Namun, Sama halnya dengan wanita lainnya, aku juga sangat lemah dalam perasaan. Jujur aku sanga t takut karena belakangan aku merasa sedikit resah jika kamu tak kunjung menghubungiku ataupun membalas pesanku. Bukan, itu bukan pesan penting yang harus dijawab, itu hanya pesanku yang ingin tau tentang kamu. Maaf, aku tau mungkin aku memang terkesan terlalu berlebihan, tapi aku tak bisa membohongi hatiku bahwa aku nyaman berteman denganmu.

Hingga suatu hari aku menyadari mengapa akhir-akhir ini kamu lebih sering menghubungiku karena mungkin kamu sedang penat dengan duniamu, seperti yang telah kamu ceritakan beberapa hari yang lalu. Iya, hanya itu!

Jadi bagaimana jika suatu hari nanti aku menyukaimu, apa aku harus menghapusnya? Menyakitkan memang ketika mengetahui ekpektasi tak seindah kenyataan. nyatanya aku memang hanya tempat persinggahanmu, tempat di mana kamu membuang kepenatanmu dan aku, kau jadikan bahan leluconmu. Hahahaha menarik bukan?