Malam itu hujan deras kembali mengguyur seluruh penjuru kota, entah mengapa beberapa hari ini kota yang aku kenal ramah sekali berubah menjadi kota yang sangat menakutkan dan menyedihkan. Hujan deras melanda setiap harinya. Bencana di mana-mana, duka di mana-mana. Dan malam itu cerita kita pun berduka.

Ya berduka!

Berbeda dari biasanya yang selalu menghadirkan tawa dan keajaiban yang tak pernah kita duga. Berawal dari sifatmu kali ini yang semakin membuatku merasa tak nyaman berada di sini. Aku mengerti tak seharusnya aku sama denganmu seperti ini, tak seharusnya aku tak baik-baik saja.

Seharusnya aku baik-baik saja dan tetap berusaha membuatmu kembali baik-baik saja.Tapi aku tak bisa dan ini hanya hal yang ingin aku bicarakan.

Entah kamu yang salah, aku yang salah, keadaan yang salah atau waktu yang bertangggung jawab atas ini. Ataukah diriku memang benar-benar salah seperti yang engkau katakan malam itu?

Advertisement

Masih teringat tentang ucapanmu "Bila yang menjadi permaslahannya adalah kamu apa kehadiranmu akan bisa memperbaiki suasana? Tentu saja tidak, kan? Justru kehadiranmu yang akan lebih memperburuk suasana."

Entah berapa kali aku mendengar ucapan pahit dari orang lain tentang kehadiran diriku, namun ucapanmu malam itu cukup membuatku terkejut lebih dari biasanya. Kamu yang ku kira takkan menggores hatiku yang belum pulih benar dengan perkataan dan perbuatanmu, tapi malam itu semua cukup membuatku menghela nafas dalam-dalam.

Aku tak tau apa yang membuatmu tega berbicara seperti itu. Kamu yang selalu bisa bertutur kata dengan baik , malam itu seolah-olah aku tak pernah mengenali dirimu yang seperti biasanya.

Aku tau malam itu kau sedang tidak baik-baik saja dan yang ku tau malam itu aku hanya mencoba menghibur dan membuat keadaanmu lebih baik. Tapi mengapa kau yang malah membuat malamku menjadi tak baik??
Apa kesalahan yang ku buat padamu? Apa mencoba untuk ada ketika kau sulit itu salah?

Bukankah kau pernah mengatakan diriku berbeda, bukankah kau mengatakan "stand by me" dan aku tetap bersamamu kala itu.

Bukankah kau pernah berkata kehadiranku menjadi penyempurna bagimu?

Bukankah kau berkata aku seperti cerminan dirimu?

Lantas mengapa kau tak pernah mau berbagi dukamu padaku?

Kau malah menciptakan duka bagi orang lain yang berusaha peduli terhadapmu.

Aku akan mencoba untuk terus mengerti apa yang kau inginkan, tapi ingatlah akupun punya titik kesabaran. Aku akan tetap berusaha ada jika kamu menginginkan hal itu, tapi jika kehadiranku yang malah memperburuk keadaanmu tolong berbicara padaku dan jangan membuatku berharap lebih jauh tentangmu!

Jika kau tak menginginkan aku hadir saat duka dan bahagiamu melanda aku janji aku tak akan mengganggu hidupmu lagi.

Silahkan nikmati kesendirianmu itu.

Maaf jika aku membuat kesalahan hingga membuatmu seperti ini. Jangan berlama-lama seperti ini, segera berlalulah ketidak nyamanan ini. Dan Lekaslah pulih, jagoanku. Lekas kembali seperti dirimu yang ku kenal sejak pertama kita bertemu.

Aku rindu