Aku kini telah menjadi pribadi yang "berbeda".

Itulah hal yang seringkali kau keluhkan, hampir setiap waktu disaat terjadi perdebatan kita. Sadar atau tidak, bukan hanya waktu yang membuatku menjadi begini. Kamulah yang membuat seorang yang lemah dan tidak berdaya menjadi serba bisa…

Maaf, kalau kini aku berubah, bukan karena aku tidak mencintaimu. Juga bukan karena aku merasa bisa melakukan segalanya tanpa bantuanmu.

Kamulah yang membuatku menjadi seperti ini.

Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Aku memposisikan dirimu sebagai ladang pahala dalam hidupku. Dengan segala yang kumiliki saat ini, kamu tetap bagian terpenting dalam hidupku.

Advertisement

Sayang…..

kau tidak menyadari kecintaanku, kesetiaanku, dan kekagumanku padamu.

Kata-kata yang kau ucapkan adalah mantra ajaib yang bisa membangunkanku dari tidur panjangku. Mimik wajahmu yang nyaris sempurna mampu meniupkan semangat yang hampir padam di dalam diriku.

Terima kasih, dengan caramu yang berbeda membuat ku menjadi seperti saat ini.

Aku tidak pernah menyesali kebersamaan ini. Bahkan aku bersyukur bisa menjadi orang yang sanggup mendampingimu, bagaimanapun situasi mu saat ini.

Terima kasih untuk segalanya…