Aku menemukanmu kembali utuh dalam pikiran dan juga hatiku, Entah bagaimana Tuhan menentukan jalan takdir yang terasa berputar dan kembali pada titik awal dimana kita pernah bertemu dan saling menemukan, Kupikir semua akan tetap sama ketika kembali pada titik ini, namun ternyata tidak, Justru sekali lagi Tuhan menunjukkan padaku bahwa keadaan sudah berbalik.

Kau tidak lagi di sana, Hanya ragamu saja yang tetap sama.

Angin yang sama tidak akan pernah berhembus dua kali di tempat yang sama jika ia sudah berlalu.

Jika ini karma, ya..aku sudah mendapatkannya, Berada di posisi yang sama seperti yang pernah kamu rasakan dan hari ini aku mengalaminya, Hal yang lebih menyakitkan adalah, ketika pembalasan itu harus aku rasakan dan kamu adalah orang yang melakukannya.

Seperti kataku sebelumnya, nahkoda akan selalu tahu arah jalan pulang. Tak apa, teruslah mencari hingga kelak kamu akan sadar kapan dan dimana hatimu harus kembali untuk pulang dan menetap.

Advertisement

Seiring waktu, kita saling menyadari mungkin ini cara Tuhan menunjukkan rasa adilnya, Katamu, aku tidak pernah benar-benar pergi dari hatimu dan aku mengamininya.Perlahan kita mulai bermetamorfosis bersama, perasaan tidak lagi hanya menomorsatukan cinta dan juga tuntutan untuk saling memiliki tapi menentukan jalan nasib yang harus dihadapi di depan mata dengan kesepakatan komitmen untuk saling menjaga.

Kelak, jika jalan nasib kita kembali bersilangan dan mempertemukan kita lagi dengan perasaan yang masih tetap sama, mungkin itu bukan lagi menjadi nasib melainkan takdir.
Bila tidak, mari buat kesepakatan untuk tetap saling merayakan kebahagian kita masing-masing dan biarkan hari ini dan kemarin menjadi bab terakhir untuk kita bahagia bersama.

Untukmu yang tak pernah alpa kusebut saat mengadu pada Tuhanku, semoga kali ini jarak bisa menyadarkan kita seberharga apa kata "saling memperjuangkan".

Jika itu adalah kamu, semoga aku cukup bagimu.