Entah, harus dari mana aku memulai sepenggal cerita kehidupan ini. Hidup terkadang memang lucu. Apalagi ketika kenyataan yang terjadi bukan seperti yang dibayangkan. Yaa, namanya juga hidup, Tuhan yang mengatur dan kita yang menjalani.

Ketika kita melihat kebahagiaan orang lain rasanya ingin kita miliki juga kebahagiaan itu. Tanpa kita tahu perjuangan mereka untuk meraih kebahagiaan karena yang kita lihat mereka bahagia.

Bahagia itu tergantung bagaimana kita mendefinisikannya. Bahagia itu kita yang ciptakan, bukan orang lain.

Ketika kita sudah memasuki gerbang rumah tangga, pasti akan ada ujian-ujian baru untuk lebih menguatkan ikatan sakral itu. Tapi tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena ujian itu. Ya, karena kita selalu melihat pada rumah tangga orang lain. Di saat itulah kita melihat "rumput tetangga lebih hijau."

Dan di saat itulah kita berfikir ingin memiliki rumah tangga orang lain, kebahagiaan seperti orang lain yang sebenarnya kita tidak tahu, di dalam rumah tangga itu terdapat ujian seperti apa.

Advertisement

Karena hidup itu "WANG SINAWANG"

Yang kita lihat mungkin tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi 🙂

Belum lagi saat rumah tangga kita mendapat ujian yang berat, saat itu hadir orang di masa lalu maupun orang baru yang mengagumi kesabaran atau keteguhan kita dalam menghadapi ujian hidup. Mungkin terlintas dalam hati dan pikiran "andai saja aku hidup dengan dia (orang yang mengagumi) pasti hidupku akan bahagia, tidak seperti ini" eeitttss, tapi harus dipikir kembali ya, semua rumah tangga itu ada ujian-ujiannya sendiri walaupun ujiannya tidak sama. Tapi semua akan mendapatkan ujian, di mana kita harus bisa menyelesaikan dan melewatinya agar kita bisa naik kelas.

Ingatlah! Tuhan selalu bersama umat-Nya untuk menolong umat-Nya dan Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan umat-Nya 🙂

Tetap semangat dan selalu dekatkan diri pada Tuhan..