Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata
( Ismail Marzuki,Indonesia Pusaka)

Sudahkah kalian di sana menjadi manusia, merasa manusia dan memanusiakan manusia. Karena hanya dengan itu kita dapat hidup dalam satu atap, tanpa merasa sesak akan sebuah perbedaan. Dia besar-aku agak besar, dia baik-aku kurang baik, dia kaya-aku kurang kaya, dan aku denganya hidup dalam satu harmoni yang indah tiada tara. Karena bunga yang indah tidak terdiri hanya dari satu warna yang sama, ada pluralism genetic dalam sebuah bunga yang indah tersebut.

Pada dasarnya seperti inilah alam semesta,ada berbagai jenis bunga dan binatang serta begitu banyak perbedaan di antara manusia. Namun hanya manusia yang berhak untuk memilih, ingin berjalan dengan cinta ataukah menebar sebuah kebencian. Interpretasiku terhadapmu membuatku membencimu, aku berpikir bahwa kau akan melukaiku. Persepsiku tentang dirimu menjadikanku makin membencimu, seakan-akan kau tampak bagaikan iblis yang siap kapanpun dan di manapun untuk memangsaku.

Lalu mau sampai kapan akan tercapai sebuah harmoni, kalau kau denganku masih sedemikian itu. Coba hilangkan stigma negatifmu terhadapku, sebab kau tidak sedang bersama dengan musuhmu. Kami semua adalah saudaramu bukan saudara seagama, seetnis, satu suku tapi kami adalah saudaramu se-ideolgi. Ideologi kebangsaan yang sama, ideologi kemanusiaan yang sama, di mana akan terwujud sebuah golongan yang cinta akan kebersamaan.

Ketika ada benang yang berbeda di situlah akan timbul ikatan yang lebih kuat antara kita, dan jangan pernah kalian berpikir untuk menghilangkan benang yang berbeda itu. Karena semakin lama ikatan itu akan memudar dengan sendirinya, oleh putusnya sebuah tali satu persatu. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kebersamaan, ketika Jawa, Sumatera, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Islam, Kristen, Hindu, Budha dan lainya bersinergi membentuk suatu barisan yang mengatasnamakan suatu gerakan bersama.

Advertisement

Sebuah gerakan dengan tujuan yang sama, Indonesia yang damai, Indonesia yang jaya dan Indonesia yang sejahtera. Indonesia adalah rumahku, di sini aku lahir, di sini aku tumbuh, dan di sini aku akan mati. Dan aku tak ingin rumah ini terus bertengkar, aku rindu suasana rumah nan harmonis. Aku ingin bekerja dengan tenang untuk membangun rumahku, bersama dengan kalian wahai kakakku, wahai adikku wahai segenap keluargaku. Aku ingat betapa ayah menderita hanya untuk menegakan rumah ini, jangan rubuhkan rumah ini karena kita masih dapat membangunya menjadi lebih baik lagi. Aku yakin di antara kita memang ada perbedaan yang memisahkan, namun jauh lebih besar persamaan yang akan mempersatukan.