Siapa kah Ibu?

Ibu adalah perempuan tangguh yang telah berjuang mempertaruhkan nyawanya hidup atau mati demi melahirkan kita kedunia ini. Dan juga ibu yang selalu memperhatikan kita di setiap detik, setiap jam, setiap hari dimanapun kita berada.

Siapa kah Ibu?

Ibu yang selalu mendoakan kita disetiap sujudnya, disetiap titik hembusan nafasnya, disetiap tetes air matanya, disetiap Langkah dan disetiap Waktu. Agar kita selalu menjadi yang terbaik dan berguna untuk orang lain.

Siapa kah Ibu?

Advertisement

Semenjak kita dilahirkan ibu selalu sabar mengajari kita banyak hal dan berharap anaknya sukses kelak dimasa depan nanti.

Ibu yang selalu membimbing kita supaya kita selalu berada di jalan yang benar.

Tetapi disaat kita semakin beranjak dewasa.

Bukannya kita semakin dekat dengan ibu kita, namun sebaliknya kita malah menjauhi nya hanya karena kita selalu beranggapan bahwa kita sudah mampu untuk berdiri sendiri, mampu melakukan apapun sendiri, bahkan disaat ibu kita menelpon, terkadang kita enggan untuk mengangkat telpon dan juga terasa sangat berat untuk menekan tombol “terima Telepon”. Selalu hanya beralasan  kesibukan semata….

Pernah kah kita berfikir?

Disaat kita berangkat dan dalam perjalanan Melewati/mengarungi lautan samudera ke suatu tujuan demi menggapai karier kesuksesan. Ibu lah yang pertama sekali menanyakan dan menghawatirkan kita diperjalanan. Selalu mendoakan dan terus berdoa agar kita selamat sampai tujuan…

Disaat kita dijauhi teman, kerabat dekat, teman sejati sepiring berdua dan bahkan disaat kita berada dalam kesulitan, kegalauan, Ibu lah yang pertama sekali yang menanyakan dan bersedih mendengar kabar itu dan berusaha menyemangati, menyayangi bahkan berusaha untuk melindungi kita dari orang yang berusaha menyakiti, walaupun dia terluka…

Mungkin disaat seperti ini dimana saat-saat yang menyebalkan untuk kita., dan selalu beranggapan bahwa kita sudah mandiri. Mungkin saat ini kita berfikir ibu kita berisik, bawel, cerewet.

Pernah kah kita berfikir?

Kita tidak akan mungkin selamanya bertemu dengan ibu, bahkan tidak lagi dapat mendengarkan suaranya yang menyebalkan yang selalu kita abaikan seperti, “apa kabarr nak,,??”, “apa kamu sudah makan nak,,??”, “kamu lagi apa nak,,,??”, “apa kamu sudah sholat,,??”.

Saat tiba nya MASA..

Ketika kita disibukan dengan Kuliah, pekerjaan, sibuk mencari uang dan bahkan mengurus istri,. tiba2 terdengar kabar dari tetangga bahwa ibu kita telah tiada,,pada saat berusaha bergegas pulang sekilas mata melihat bendera kuning di depan pagar.,

Sunyi terniang-niang disetiap langkah dan disetiap waktu Tidak ada lagi terdengar suara2 nan merdu “nak kamu sudah makan.??”, “Nak kamu sudah sholat.??”, “Nak kamu makan apa.?”.

Saat tiba nya MASA..

Di mana saat momen lebaran Idul Fitri berkumpul dengan sanak saudara. Kita tidak dapat mendengar suara ibu ketika membangunkan sahur.

Di mana saat momen saling bermaafan kita tidak dapat lagi mencium tangan ibu,.

Di mana saat momen malam takbiran kita tidak lagi mendapat kasih sayang seorang ibu yang selalu menghawatirkan kita.