Cinta merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh-Nya bagi para umat yang berada di alam semesta. Ya, kehadirannya membuat jantung berdegup kencang. Tanpa mau disebut gila karena orang yang sedang jatuh cinta akan lebih banyak tertawa seorang diri, seperti itu pada kenyataannya. Jatuh cinta merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, karena notabene, sebagai manusia kita sudah ditetapkan untuk hidup berpasang-pasangan.

Jika zaman nabi dahulu ada manusia pertama yaitu Nabi Adam, yang merupakan pria pertama yang menginjakan kaki di muka bumi dan kekasihnya yaitu Hawa yang merupakan satu-satunya wanita yang terdapat dimuka bumi pada zamannya.

Jatuh cinta merupakan hal yang wajar kita rasakan. Terlebih jika usia sudah menunjukan kondisi di mana kita sudah saling tertarik dengan lawan jenis kita masing-masing. Ya, ada saja rasa penasaran, rasa sebal, rasa cemburu, rasa ingin senantiasa diperhatikan, di mengerti dan rasa bahagia senantiasa berputar-putar dalam pikiran berulang-ulang kali. Terlebih jika orang yang kita cintai menyimpan rasa yang serupa dengan apa yang kita rasakan, rasanya bahagia bukan main.

Namun, seindah-indahnya suatu hal pasti mempunyai dua sisi. Seperti ibarat 2 sisi mata uang yang berada di posisi yang sama, namun memiliki makna yang berbeda. Begitupun soal cinta, terkadang banyak individu yang merasakan bahwasannya cinta itu kebahagiaan, namun ada pula individu yang merasa bahwasannya cinta adalah hal yang buruk.

Sebenarnya, orang berkomentar demikian mungkin karena di dalam kehidupannya mereka pernah merasakan kebahagiaan dalam menjalin sebuah cinta, namun terdapat pula individu yang pernah gagal dalam merajut cinta.

Advertisement

Pengalaman dalam menjalin cinta merupakan hal yang tidak bisa di uangkan oleh siapapun, karena hanya kita yang dapat merasakannya. Jatuh cinta terbaikku terjadi di saat aku merasa paham mengenai konsep cinta yang tertuang di dalam kutipan sebuah film yang dibintangi oleh Mandy Moore dalam film A Walk To Remember

Love is like the wind, you can't touch it but you can feel it.

Ya, cinta itu bisa diibaratkan sebagai desiran angin yang menyentuh sanubari kita. Kita tidak akan pernah bisa menyentuhnya sedikitpun, namun kita hanya mampu untuk merasakannya.

Jatuh cinta memang luar biasa, jatuh cinta terbaikku terjadi saat ini, di mana aku berada di posisi ketika aku menyimpan suatu rasa. Namun aku tidak akan pernah menyebutkan rasa itu di hadapan orang yang aku sayang. Bukan karena tak ingin ia memahami apa isi hati, namun aku hanya ingin memastikan bahwa suatu saat nanti, akan ada suatu momen di mana terjadi kondisi yang benar-benar aku dan ia inginkan.

Tentunya aku harus senantiasa menunggu waktu dan momen yang pas, hingga tiba akhirnya suatu masa dimana aku dan dirinya mampu dan siap untuk menjalani kehidupan bersama sesuai dengan takdir yang digariskan oleh-Nya. Perasaan untuk senantiasa tidak mendominasi, menguasai, dan membatasi adalah hal yang harus aku lakukan saat ini, semua itu aku lakukan agar semua akan berjalan alami sebagaimana takdir yang sudah dituliskan oleh Nya yaitu di Lauhul Mahfudz.

Bahagia, hati berletup-letup rasanya. Tapi, tak selamanya kebahagiaan itu ada. Terkadang memori yang tersimpan jelas di dalam benaku, khususnya di dalam sejarah percintaanku memang bukanlah hal yang manis. Sebagai manusia aku tidak mungkin untuk senantiasa menutup diriku, menangisi masa laluku, apalagi mengharapkan masa lalu itu untuk kembali lagi, aku rasa itu bukan keinginanku. Sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna, dan masih banyak memiliki berbagai macam kekurangan, aku lebih memilih untuk memantaskan diri.

Memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi ke depannya. Entah itu dalam hal kepribadian, intelektual, sikap, kehidupan religi dan lain sebagainya.

Sejarah mengajarkanku akan banyak hal. Baik dari hal yang sederhana bahkan yang rumit sekalipun. Dari sejarah percintaanku yang lalu, aku dapat memetik banyak bebagai pelajaran. Di antaranya, aku sebagai manusia perlu mengalami masa jatuh untuk dapat bangkit menjadi indivindu yang jauh lebih baik lagi kedepannya.

Pengalamanku pada masa lalu mengajarkanku banyak hal. Khususnya dalam menata diri agar hati dan jiwa ini menjadi sosok yang terbarukan, bukan seperti aku yang dahulu. Namun seperti aku yang jauh lebih baik lagi, entah itu dalam penampilan, kecerdasan, emosi, spiritual bahkan pendidikan yang paling utama. Jika kita tidak memantaskan diri bagaimana orang yang kita sayang akan jatuh hati?

Orang baik akan dipertemukan dengan orang yang baik, begitupun sebaliknya

Pengalaman di masa lalu mengajarkanku banyak hal. Khususnya dalam pembentukan psikologisku untuk menjadi sosok individu yang tetap konsisten dalam memegang teguh prinsipku: selalu ceria dan bahagia. Walaupun masa lalu banyak menggoreskan berbagai macam bentuk kesedihan ketimbang kebahagiaan. Ya, tetapi itu bukanlah hal yang aku permasalahkan, melalui pengalaman tersebut aku banyak mendapatkan pelajaran hidup; menjadi sosok individu yang senantiasa untuk bersikap sabar dan ikhlas.

Kalau memang sudah takdir yang memang sudah sesuai oleh kehendak-Nya mau dikatakan apalagi. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berikhtihar untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Namun, terkadang kita senantiasa dipertemukan dengan kondisi yang membuat diri ini merasa lelah, but hidup belum berakhir walaupun cinta sudah berakhir yah!

Life must go on.

Hidup memang harus senantiasa terus berjalan, walau seburuk apapun masa lalu kita pasti dapat lah kita merubahnya dengan usaha dan doa di masa depan. Jangan pernah sekalipun menjadi indivindu yang jatuh ketika dirundung oleh berbagai macam masalah. Lalu, harus menjadi apa kita? Jadilah individu yang senantiasa berdiri tegar menghadapi berbagai macam masalah.

Cinta bukan hanya datang dari teman lawan jenis, namun cinta juga hadir dari kepedulian yang kita tanam terhadap "diri sendiri". Apabila kita sudah sukses mencintai diri sendiri, kita akan sukses mencintai dirinya yang suatu saat akan hadir di dalam kehidupan kita.

Jangan pernah lupa untuk berada di posisi dimana kita selalu berusaha melakukan perjuangan dalam menyikapi kesedihan hati dengan cara menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Perbaikilah diri sampai yang benar-benar dapat menerima segala bentuk kekurangan yang ada di dalam diri, senantiasa memantaskan diri agar menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.

Mari kita sebagai indivindu yang berharga, menjaga hati dan jaga pandangan agar diri ini bisa jatuh cinta dengan orang yang memang sudah ditakdirkan oleh Nya. Karena yang aku tahu jatuh cinta terindah itu memang harus senantiasa menunggu dengan sabar, entah itu menunggu waktu dan momen yang pas, agar apapun yang kita dambakan akan terealisasikan nanti dan sesuai dengan takdir yang dituliskan oleh-Nya.