"Hatiku, jangan lah engkau melemah.. aku yakin engkau kuat seperti raga ini, maaf karena ku engkau harus merasakan sakit seperti ini, berdarah bukan tapi perihmu kura rasa sampai berlinang air mata ini"

🙂 Mencintai memang tak pernah mudah, mencintai memang begini rasanya.. Ke-egoisan ini perlahan menciptakan rasa-rasa seperti sakit.. Mengapa hati ini tak bisa bahagia seperti tawa yang sering aku persembahkan, mengapa saat hati ini sedih rasanya kaki ku susah untuk melangkah, haruskah aku kembali berkata "Aku tidak ingin melangkah lagi, aku ingin disini diam disini". Ya rasanya mungkin sama seperti itu..

Awal kisah yang aku jalani sangatlah indah, benar bukan? tidak sedikit dari umat manusia ini pasti merindukan awal kisah hubungan masing-masing, manis banget.. Sampai sakit untuk diingat dan dikenang, gak tau kenapa hati ini selalu memainkan irama sendu seperti ini, apakah ada sesuatu diluar sana dengan hubunganku? Aku tak bisa berhenti merasakanya, perlahan aku lupakan namun justru membuat hati ini semakin tersiksa, ku coba ikuti alur hati ini namun tetap saja yang ku dapat hanya kesakitan keperihan.

Mengapa hati ini tak pernah berhenti untuk merasakan kesakitan ini sepanjang hidup ini, disini, aku berdiam diri.. Aku bingung untuk memikirkan apa, bahkan sekarang tanganku seolah berjalan dengan sendirinya, berkali aku ngeyakinin dengan diriku sendiri, bahwa aku bisa kuat lebih dari apa yang aku duga dan kirakan.. Ternyata tak seperti itu, dikeramaian aku bisa terlihat seperti baik-baik saja.. Dan kemudian di kesunyian aku tau, hati ini sakit merindukan Tuannya..

Berhari-hari, sampai tak terasa jadi berbulan-bulan, janji yang ditunggu hati ini pun tak kunjung tercium harumnya.. Malah sekarang perlahan jejaknya menghilang, memang aku tak bisa fikirkan.. Aku tak pernah percaya hati ini membawaku untuk mengingatkan apa yg hati ini tunggu.. Terkadang air mata tak terasa tiba-tiba membasahi pipi ini, apa yang hati ini sedihkan, berkali-kali aku katakan pada hati ini "Tuanmu mungkin sedang sibuk sampai belum sempat menyapa kita". Kata-kata untuk menghibur diriku sendiri ditepi waktu penantian ini..

Advertisement

Sampai kapan hati ini akan bertahan merasakan segala penyiksaan seperti ini, sampai sekarang aku pun memaksanya untuk menunggumu Tuan yang aku Kasihi.. Aku tau hubungan kita tak semudah orang-orang berhubungan, saat seperti ini fikiranku tak bisa jauh dengan kenangan-kenangan indah kita dahulu.. Bolehkah aku bertanya terus "kapan masanya selesai dan untuk mempersembahkan tawa sesungguhnya?", lihatlah hati ini yang layu karenamu, hanya karena Tuannya hati ini rela terbengkalai serasa tergantung. Hai, aku harap Tuan tau tentang apa ungkapan hati ini, selama apapun aku akan terus menunggumu.. Sama seperti tubuh dan usia ini menunggu waktu untuk pulang keTuhan-Nya.

Siapapun akan tau apa rasanya menunggu seperti ini, kecewa tapi mau mengadu kepada Tuannya pun tak mungkin, hanya mampu menangis sendiri, dulu tangisanku menakutkanmu.. Namun nampaknya sekarang itu tak berguna bahkan itu tak akan pernah habis, jadi tak akan ada harganya karna bukan hanya aku yang punya. 🙂 Kamu tau Tuan? senyum indah setiap pagi aku persembahkan hanya untukmu, biarpun Tuan tak bisa melihatnya namun hati kecil ini terus berdoa agar Tuan merasakan dan akan selalu merasakan cinta tulus dari hati ini..