A : "Ada kerja gak hari ini??"

B : "Kosong-kosong aja bro"

A : "Ikut gue lah, ngebenerin ini motor ….."

B : "OK"

Sepertinya memang penggalan percakapan diatas adalah suatu percakapan yang sangat sering kita temui. Sadar gak sadar percakapan sejenis mungkin terlaksana setiap hari dalam jalanan cerita hidup kita. Memang sih, terdengar biasa tapi sepertinya kita harus sekali-kali bermeditasi dan memikirkan ada suatu hal penting yang terdapat dalam percakapan diatas.

Advertisement

……

……

……

Sudah dapat apa hal pentingnya ??? Kalau belum perhatikan lagi itu percakapan benar-benar.

Yups. Dari percakapan itu si A telah menyelamatkan si B dari kesia-siaan waktu. WHAT???? Kesia-siaan waktu????

Okelah, kalau belum dapat benang merahnya mari kita uraikan sama-sama. Dari percakapan diatas si B tergambar belum punya rencana dengan apa dia habiskan harinya pada hari itu, right? Lalu datanglah si A, walaupun sebenarnya dia niatnya minta tolong si B untuk menemani dia membenarkan motornya tapi setidaknya si A sudah menjadikan hari B dilalui dengan suatu kegiatan yang terarah dan baik bagi orang lain. Bukankah menemankan teman dalam suatu urusan adalah salah satu bentuk terkecil dari kebaikan?

Temankanlah temanmu dalam kebaikan dan ingatkan dia bila dia berada dalam kesalahan

Mari kita kerucutkan inti dari mukaddimah di atas. Bergerak atau beraktifitas merupakan ruh dalam kehidupan. Percaya atau tidak, semua mahluk ciptaan-Nya pasti bergerak melalui hari-hari yang telah ditetapkan. Tidak bergerak sama dengan mati. Bumi berhenti bergerak maka dijamin kita juga berhenti dalam hidup. Air berhenti mengalir maka biasanya air itu bukannya menjadi baik, tapi malah akan berubah menjadi air pembawa penyakit dan tak layak pakai. Semuanya pasti bergerak, kemudian apa hubungannya dengan kita?

Sebagaimana mahluk yang lainnya, bergerak merupakan identitas manusia yang hidup. Apalagi kita sekarang ditakdirkan sebagai pemuda atau pemudi yang diberikan bekal kekuatan fisik dan akal sehat yang masih fresh, saat ini bila nggak bergerak berarti kita telah mengingkari nikmat Tuhan. Huahaha berat banget bahasanya namun ini merupakan bagian fakta yang nggak mungkin dipungkiri.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan.

Bergerak yang kemudian dengan gerak itu kita menghasilkan aktifitas positif dan karya nyata, itulah sejatinya yang harus tetap kita jaga ritmenya. Walaupun akhir dari apa yang kita kerjakan tidaklah kita dapat pastikan. Namun yakinlah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Dapat dipastikan pemimpin dunia ataupun orang-orang yang berpengaruh di dunia saat ini memperoleh apa yang dia inginkan bukan dari pilihan untuk hanya diam yang tersedia saat mereka masih muda, tetapi dari pilihan untuk bergerak mencapai harapan dan cita yang telah mereka bangun.

Tinggalkan rasa malas karena malas seperti racun. Pelan, tak disadari, namun membunuh. Oleh karena itu….

Tetaplah bergerak, tetaplah berkarya agar engkau tetap hidup.