Setiap orang adakalanya berada pada titik di mana menyerah adalah suatu pilihan yang paling mudah dilakukan. Titik di mana kamu merasa lelah akan dunia dewasa yang harus dijalani. Kepenatan yang tak berujung.

Hidup ini adakalanya hitam dan adakalanya putih. Tak selamanya jalan yang terlihat lurus itu tak berbatu dan berliku.

Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan, kawan.

Percayalah, Tuhan tak memberimu cobaan di luar batas kemampuanmu.

Orang akan memerintahkanmu, memberi kepercayaan padamu karena dia percaya bahwa kamu sanggup dan dapat dipercaya. Begitu pula dengan Tuhan. Tuhan telah mempersiapkan hal baik untuk kamu terima.

Advertisement

Ketika ada sesuatu hal yang membuat kita jatuh, percayalah bahwa kita sedang diajarkan bagaimana caranya untuk bangkit. Bagaimana kita akan dinaikan derajatnya, bagaimana belajar dari setiap langkah yang berlalu.

Kau harus lebih kuat dari rasa sakitmu, lebih besar dari masalahmu, lebih baik dari anggapan orang atasmu, selama allah di dalam hatimu

Allah will never leave you, even if you slipped or forgetten.

Kalau tidak ada pundak untuk bersandar, setidaknya masih ada lantai untuk bersujud bukan?

Jika dunia membuatmu lelah dengan segala dukanya, tak perlu bersedih. Mungkin Allah sedang rindu mendengar suaramu saat berdoa kepada-Nya

Seseorang tidak akan dibebani melainkan menurut kadar kesanggupanya.

Coba lihat, lebih sering mana? Allah memberimu nikmat atau cobaan? Lalu kamu lebih sering mana? Bersyukur atau mengeluh? Ingat, mungkin di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita dan tidak seberuntung kamu.

Kini semua di tanganmu, dirimulah yang menentukan setiap langkahmu. Jangan biarkan sikap pasrahmu membunuh impianmu yang megah itu.

Karena setiap keinginan, setiap tujuan dan setiap mimpi mimpi memerlukan usaha lebih keras, yang harus kita lakukan hanyalah bergerak dan jangan hanya terdiam.

Jalani sejauh mana kita berjalan, nikmati senyaman mana kita bertahan dan syukuri seikhlas mana kita menerima.