Pertemuan yang terjadi di muka bumi, tidak harus semuanya perlu dipersiapkan. Kita bisa tiba-tiba bertemu tanpa berencana untuk bertemu. Kita bisa tiba-tiba berjumpa tanpa memulai berjanji untuk berjumpa.

Allah, sayang. Allah mengaturkannya untuk kita. Allah yang merencanakan itu semua. Dan akan selalu ada hikmah dan pelajaran cantik jika Allah menetapkan suatu perkara. Termasuk bertemunya kita dari sudut-sudut terjauh.

Atau, dulu sebelum kita berpisah kita telah berjanji untuk bertemu. Dan perjanjian itu bertahun-tahun kita lupakan atau kita pendam dalam yang di atasnya bertumpuk rencana-rencana kita setelah kita menemukan kesibukan baru.

Salah satu dari kita, masih menyimpan janji itu di tempat yang sama cantiknya dengan persahabatan kita. Di saat aku yang lupa, janji itu masih ada. Dalam rongga dadanya. Lalu Allah memfinalisasi janji menjadi sebuah temu tanpa perjanjian baru. Kita bertemu dengan janji kita dahulu.

Yang kedua, kita tidak pernah berjanji karena kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Kita tidak saling mengenal apalagi bercengkrama panjang lebar tentang kehidupan. Tetapi pada suatu masa kita bertemu dan rencana yang telah Allah susun.

Advertisement

Karena perjalanan kita pada tujuan yang sama, Dia mempertemukan kita pada persimpangan. Saat itu aku sedang beristirahat karena kelelahan dan kamu memberiku sebotol air mineral, lalu kita berkenalan. Seterusnya kita berjalan bersama kadang berlari lalu istirahat bersama.