“Apa yang membuat kau menangis malam-malam begini?”, “aku gapapa”, “aku tak yakin bahwa kau benar-benar tidak apa-apa, apa kau ada masalah? Kalau iya, aku mau menjadi pendengar yang baik untukmu”, “aku memang ada masalah tapi aku bisa kok menangani masalahku sendiri“, “walaupun kau bisa menangani masalahmu sendiri tak ada salahnya kau ceritakan sedikit apa masalahmu agar kau sedikit lebih lega”, “baiklah, aku akan ceritakan. Aku hanya sedang jatuh cinta”, “lantas apa yang membuatmu menangis sesegukan malam-malam begini kalau masalahnya hanya jatuh cinta? Apa kau jatuh cinta sendirian?”, “iya sepertinya”, “apa kau mencoba memperjuangkannya?”, “hmm iya”, “Apa kau Sakit berjuang sendirian?”, “iya, sangat”,”Tapi apa kau pantas memaksakan dia untuk memperjuangkan mu kembali?”, “iya pantaslah, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat. Dia sudah buat aku jatuh cinta. Bahkan jatuh cinta sendirian!”, “aku rasa tidak. Karena sekeras apapun kau memaksa, kau akan tetap berjuang sendirian”. “tapi dia sudah buat aku merana karena jatuh cinta”

“Sayang, mari kita sama-sama saling menguatkan karena aku juga merasakan hal yang sama. Berjuang sendirian tanpa diperjuangkan. Dia (yang kau perjuangkan) merasa bahwa kita (yang berjuang) belum benar-benar pantas untuk mendapatkan hatinya. Belum benar-benar masuk ke dalam kriteria yang ia susun dalam kriteria pasangan yang dia dambakan. Rasanya mau menyerah. Dia membuat kita merubah diri kita yang sebenarnya menjadi apa yang dia dambakan. Tanpa dia meminta, kau akan tetap melakukannya”. “apa kita bodoh?” “Iya memang. Namun pada dasarnya suka yang baik itu adalah ketika kita menyukai seseorang, seseorang itu menerima kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita. Boleh saja kita merubah diri kita, tapi dalam hal kebaikan. Bukan hal diluar kemampuan kita ataupun diluar yang bukan menjadi diri kita sendiri.”

“Apa kita harus menyerah?”, “Itu bergantung kepada hatimu, sayang. Apa kau masih kuat berlari mencapai finish? Jika kau tak kuat dan kaki mu benar-benar lemas kau boleh saja berhenti ditengah jalan atau jika kau masih kuat kau berjalan santai menuju finish, walaupun kau tahu itu hanya sia-sia karena sudah ada orang lain yang mencapai finish terlebih dahulu”.

“Kalau aku, mau lihat seberapa dia peduli terhadap ku. Seberapa pentingkah aku dalam kehidupannya. Jika aku hanya kepingan-kepingan yang tak mampu dia satukan, aku akan berjalan mundur tanpa dia tahu. Kau tahu? Karena berjuang tak sebercanda itu. Karena berjuang memerlukan banyak waktu dan tenaga”.

“Lalu apakah aku harus sepertimu? Melihat apakah aku benar-benar penting dalam kehidupannya?”, “sayang, kau tahu? Bahwa yang aku lakukan belum tentu mampu membuat dia yang kita perjuangkan melihat kita seutuhnya, bisa saja yang aku lakukan juga sia-sia sepertimu yang mampu berlari kencang hanya diawalnya saja. Sekarang kita hanya perlu berdoa kepada Tuhan yang membolak-balikkan hati kita. Karena hanya itu yang kita perlukan. Kita hanya perlu mencairkan hati manusia dengan do’a, percayalah”.

Advertisement

“jika kita sudah berdo’a tapi dia tak kunjung melihat kita bagaimana?”, “simple. Dia hanya bukan jodoh mu. Jika dia pikir kau belum pantas untuknya, Tuhan pun berkata dia belum pantas untukmu. Jangan khawatir, Tuhan lebih tahu ketimbang manusia”, “baiklah,aku paham sekarang. Terima kasih”.

Tentang berjuang dan memperjuangkan. Dua hal dalam satu ikatan yang tak terpisahkan (menurutku), karena apa? Karena dalam memperjuangkan bisa saja kau diperjuangkan juga, atau bahkan yang lebih pahitnya kau berjuang sendiri mati-matian.

Berjuang sendirian, banyak sekali hal pahit untuk dijadikan pelajaran. Salah satunya menghargai perasaan orang lain. Untuk tidak memberikan hal-hal yang memang pada akhirnya tidak bisa kau capai. Untuk tidak menciptakan hal-hal yang justru tidak bisa kau berikan hasilnya. Yang pada akhirnya hanya doa lah yang mampu mencairkan segala kecemasan yang ada dalam hati. Kita hanya perlu memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik. Memantaskan diri. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa berjuang sendirian tak pernah menyenangkan tapi dibalik itu ada poin-poin penting yang harus kau ambil.

Selamat berjuang para pejuang, semoga perjuangan dan doamu segera mungkin di-iya-kan oleh Tuhan. Jika kau menyerah untuk berjuang ingatlah untuk segera sujud, karena hanya itu penenang yang paling ampuh selain apapun.