Saya sudah berkali-kali disakiti, tapi selalu diam. Bukan karena tidak bisa melawan, tapi saya dengan cara saya sendiri memilih berlalu tanpa mempermasalahkan apa yang sudah sudah kamu lakukan kepada saya. Sakit memang, tapi sekuat saya untuk tetap terlihat biasa dan selalu bisa memaafkan semuanya

Andai kamu punya hati, kamu pasti tahu rasanya seperti ini. Saya tidak akan pernah membenci, tapi tolong saya hanya minta jangan pernah ada niat lagi untuk terus mengulang salah yang sama, sakit saya sangat amat kamu sepelekan.

Kamu banyak membuat luka, saya banyak melupakannya, kamu banyak membuat kecewa, saya banyak memaafkannya, apa kamu mau terus seperti itu? Tidak pernah ada harganya hati saya untuk kamu jaga?

Semua bukan tentang bertahan, tapi tentang saya yang sudah terlanjur memberi cinta yang banyak dan sekarang tidak tahu cara menguranginya. Kamu pernah saya perjuangkan sampai menciptakan sembilu yang perihnya masih terasa sampai hari ini, kini saya putuskan berhenti. Saya tidak mau lagi jadi opsi, lebih baik saya habisi semua luka hari ini daripada terus berjuang untukmu yang tak punya hati.

Kamu harus tau, saya bahkan tidak lagi menginginkan mu, kamu bukan lagi sesorang yang menyenangkan untuk dirindu.sakiti saya sekuat yang kamu bisa, lakukan lagi semampumu.

Advertisement

Tahukah kamu, betapa saya sanjung-sanjungkan namamu di depan kedua orangtua saya? Jangan salahkan saya jika sempat percaya bahwa kamu istimewa, bagaimanapun kita pernah bahagia. Jika dari angka 1 sampai 10, sakit yang saya rasakan ada di angka 12!! Terlambat saya sadari, kamu lebih dulu menarik saya di saat saya seharusnya menjauh.

Pergilahh… sudahilah…

T.O.V