Banyak orang yang terjebak pada pilihan; berkumpul dengan teman atau bersama dengan pacar. Tidak sedikit yang mengeluh, susah membagi waktu. Terlebih ingin menghabiskan waktu bersama teman, tapi di sisi lain ada pacar yang ingin diperhatikan. Ingin menikmati waktu bersama pacar, tapi di tempat lain ada teman yang tidak mau dilupakan. Hingga akhirnya salah satu pun dikorbankan. Kebanyakan pertemanan yang menjadi tumbalnya. Kebersamaan yang terjalin sirna, waktu bersama musnah. Semua waktu hanya dinikmati berdua dengan pacar saja.

Aku tidak ingin kita terjebak pada pilihan itu. Pilihan yang tidak mungkin bisa dipilih. Bagaimana pun kita punya teman yang harus diperhatikan. Sebelum kita berjumpa, mereka (teman) sudah ada. Tentunya kebersamaan aku dan kamu kalah banyak dibandingkan dengan kebersamaan yang sudah terjalin antara aku –dan kamu– dengan mereka. Aku tidak ingin mereka hilang begitu saja karena kita egois ingin menikmati waktu berdua.

Berkawanlah dengan teman-temanku. Kamu harus mengenal mereka, berbaur dengan mereka, bercengkrama layaknya keluarga. Kita bisa mengunjungi tempat demi tempat bersama-sama, mengabadikannya dengan mata kamera. Atau kita hanya bercengkrama sambil menikmati kudapan alakadarnya, membicarakan berbagai hal. Memang, tidak harus selalu begitu. Karena aku pun ingin ada waktu yang bisa kita nikmati berdua saja.

Dan aku ingin mengenal teman-temanmu juga. Supaya aku bisa mengenal dirimu lebih jauh. Mengenal kegokilanmu, sikapmu yang lucu, dan juga yang menyebalkan. Dari mereka (temanmu) aku akan tahu banyak tentang kehidupanmu dulu. Saat kamu masih berseragam putih-abu, ketika rambutmu masih kepang dua, atau bahkan waktu kamu masih balita. Rasanya semua itu akan menyenangkan –khususnya bagi diriku.