Hari ini seolah aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menangis lagi, tentang apa yang terjadi tempo hari, hari ini aku pastikan telah kembali tersenyum lagi terbiasa meski harus menoleh kembali kenangan yang terjadi, bukan untuk mengenang namun aku pastikan aku telah mampu melangkah meninggalkan luka yang sempat menganga di hati,dimana aku sempat merasakan enggan untuk memulai bangkit dan menikmati rasa sakit ini,ada rasa dimana aku ingin kamu juga merasa apa yang kurasakan saat itu,aku ingin kamu lebih terpuruk daripadaku, namun aku sadar bukan cara seperti itu yang akan menyadarkanmu hingga akhirnya aku pasrahkan semua rasaku pada Tuhanku, pada Dia Sang Maha Pemilik Hati.

Hari itu siapa hati wanita mana yang tak akan luluh mendengar pernyataan mantapmu yang ingin memulai proses bersamaku, menjadikan aku pendampingmu dalam proses menyembuhkan luka lamamu yang cukup dalam,meski terbersit rasa ragu dihatiku, hingga pertentangan antara perasaan dan logikaku, hingga penolakan keras dari keluarga juga sahabat sahabat dekatku, karena bagi mereka kamu akan menjadikanku tempat singgah sementara atau lebih tepatnya sebuah pelarian,aku pun sedikit memberi penjelasan pada mereka hingga mereka mau mengerti dan menghargai keputusanku dan aku memilih untuk menerimamu, aku ingin kamu sembuh dari lukamu dan memulai proses yang baru bersamaku, seorang teman jauh yang awalnya selalu kau acuhkan kehadiranya,yang selalu setia mendengar cerita panjangmu tentang kamu dan dia, mulai senja hingga pagi menjelang, seorang yang awalnya pun tak memiliki niatan dan perasaan sama sekali padamu, dan seorang yang selalu berisik agar kamu tak merasa sepi dan sendiri.

Awal hubungan kita yang mungkin naik setingkat dari kemarin,sangat banyak kecanggungan,aku dan kamu sama sama saling berusaha membangun sebuah komunikasi demi bertahanya hubungan ini, aku sangat memaklumi bagaimana kamu sangat begitu keras berusaha melupakan bayangan “sang mantan” dari relung ingatan dan menggantikanya dengan aku,aku yang saat ini ada di sisimu, namun ketahuilah sayang aku tak pernah menuntutmu untuk melupakan semua kenangan lamamu itu dengan cepat. Tidak, karena aku paham bagaimana dulu kamu berusaha dan berjuang demi dia demi masa depan yang telah kalian impikan bersama,tentang sebuah cerita singkat bulan madu kalian,dan saat itu kau bercerita dengan sangat antusias begitupun aku yang mendengarkan segalanya dengan antusias. Sayang.. betapa aku sangat bersyukur bisa mendampingimu meski jarak memisahkan meski kita sama sama mencoba sembuh dari luka lama aku sangat menikmati proses andai kau tahu.

Singkat memang cerita kita, meski aku sempat bermimpi akhirnya indah karena hubungan ini awalnya juga menuju sesuatu yang indah nantinya. namun, kenyataan berkata lain, hingga akhirnya kita saling menyadari ada sesuatu yang memang tak mungkin bisa dipaksakan, kita telah sama sama harus saling dewasa dari aku yang tak mungkin memaksakan perasaan sayang yang mulai ada dihati ini, dan juga kamu yang nyatanya memilih ingin sendiri dulu, karena tertekan oleh keadaan yang tak sesuai dengan apa kata hatimu. Atau mungkin kamu melanjutkan berjuang kembali merengkuh cinta yang mungkin seharusnya menjadi milikmu, juga sayang bagi yang tak memahami kamu, mereka akan merangrang marah karena mereka menilai kamu telah mempermainkan suatu perasaan dan komitmen,namun percayalah sayang…..aku sama sekali tidak berprasangka begitu,jikalau memang kita memilih untuk berpisah ini bukan semata – mata kamu hanya menjadikanku pelarian,namun lebih kepada kita mencoba mencari rasa nyaman pada diri kita masing masing, setidaknya kita telah melewati proses pencarian itu betapa perasaan dan logika kian beradu satu.

Sayangku.. berat memang rasanya aku melepasmu,namun akan lebih berat lagi jika tetap memaksamu untuk bersamaku, meski itu dulu kamu yang memulai dan meminta, kini aku siap melangkah tanpamu, terima kasih untuk kenangan manisnya meski itu singkat aku tetap melanjutkan langkahku untuk hidup kedepan begitupun kamu, selamat bertemu di persimpangan jalan, entah Tuhan punya skenario indah apalagi untuk aku dan kamu lewati. Jodoh itu memang misteri Illahi, aku selalu berharap Tuhan segera menemukan aku pada titik pencarian terakhirku,mungkin saat ini Dia sedang ingin aku tetap memantaskan diri begitupun kamu,akankah kita bertemu pada satu payung yang teduh, ataukah aku yang akan singgah sejenak berkunjung pada payungmu?

Advertisement

aah…aku percaya Tuhan akan selalu memberi yang terbaik nanti.Kini mengikhlaskanmu dari semua yang telah terjadi adalah caraku mencintaimu.terima kasih kamu,aku memahami hidup ini semata segala tentang langkah selanjutnya.