Aku mendengar banyak tentang mimpi, keinginan dan harapan. Waktu berlalu. Aku masih mendengarkan. Sekian tahun terlewati, mereka masih saja bicara tentang angan-angannya dan tetap berdiam diri. Omong kosong yang tidak berubah, hal-hal yang tidak pernah kupahami sejak dulu.

Bermimpilah setinggi langit. Namun, jangan biarkan mimpi hanya menjadi bunga tidur. Beranjaklah. Lakukan sesuatu. Inilah bentuk kepedulian dari khayalan-khayalan belaka itu. Mungkin dunia bisa saja mengutuk jika mereka terus mengharapkannya. Kita harus mengambil langkah. Apapun tindakan yang diambil, itu pilihan.Tapi, memilih cara yang terbaik diantara yang lebih baik adalah kebijakan. Yang paling merugi adalah orang yang tetap diam di tempat.

Jadi, tentukan langkahmu! Langkah, berarti gerakan, sikap, cara, menghadapi. Semakin banyak langkah, semakin banyak pelajaran yang didapat. Jika perlu, ambil langkah seribu. Seribu di sini bukanlah sebatas angka, melainkan kata lain dari bilang tidak terhingga sampai mencapai yang diharap. Selalu ada awal. Memang agak lama dan payah, butuh pertimbangan mengenai resiko yang harus dihadapi. Berhati-hatilah, jalan tidak selamanya mulus.

Ada saja lubang dan licin yang membuat mudah tergelincir. Sesuatu yang pertama kan memang paling sulit. Contohnya melupakan cinta pertama. Karena kita tidak tahu dan meraba-raba medan yang akan ditempuh. Tapi percayalah, dengan alasan apa pun, yang punya awal pasti kelak ada akhir. Ada saatnya luka akan sembuh, dan kita menjadi kaya pengalaman, ilmu, gagasan dan pengetahuan.

Meski sering diartikan dengan langkah cepat atau kilat untuk mencapai tujuan, sebenarnya terdapat sisi baik jika memahami segala proses, tidak melewatkan perjuangan, terus bekerja keras, siap lelah, berjeda sejenak untuk memulihkan energi dan kembali berusaha. Asal jangan tergesa-gesa, bersegera bukanlah kesalahan.

Advertisement

Sudah berapa langkahmu? Seberapa sering kamu ragu dalam melangkah? Jangan berhenti. Sebab, tanpa disadari bisa jadi kita semakin dekat dengan tujuan. Kita pasti semakin kuat setelah apa yang terjadi. Jatuh yang dialami pun membuat kita semakin berhati-hati. Paling tidak, kita selangkah lagi mendekat.

Tetap semangat, Kawan, tatap masa depan dan melangkahlah untuk maju. Arahkan pandanganmu pada Tuhan, niscaya Dia yang akan memberi jalan. Kuharap, harapan baru merekah bukan lagi sekedar angan. Satu senyum tulus dengan langkah bertekad bahwa ada kepastian bergelayut di depan. Semua akan jadi nyata.Selamat berjuang!

Sebelum kamu mulai berjalan ke hadapan, kuingin lihat senyummu terakhir kali. Senyum yang tercipta karena aku. Boleh ‘kan?