Berpindahlah.

Mulai dengan mengemas apa yang sudah harus terbungkus rapi, memilah-milah mana yang harus dibawa dan mana yang harus rela ditinggalkan. Meletakkan semuanya dalam kardus-kardus harapan, menutup rapat hingga tak ada ruang, sekalipun bagi udara untuk masuk. Begitupun hati, seharusnya. Karena betapapun, setiap manusia harus selalu berpindah. Pindah dari hal-hal yang buruk, pindah dari apa yang tidak seharusnya, pindah dari perasaan-perasaan yang salah, dan pindah dari sesuatu yang pada kenyataannya bukan tempat untuk kembali.

Relakanlah. Buka hati. Pindah kepada tempat yang lebih baik. Pindah kepada tempat yang seharusnya, pindah kepada perasaan-perasaan yang benar, dan pindah kepada tempat yang selalu menyediakan ruang untuk kembali. Berdamailah dengan waktu yang selalu memanggil untuk pulang. Mulailah melihat siapa yang rela menerimamu apa adanya. Tujuannya sederhana, hanya untuk menjadi lebih baik bersama mereka yang senantiasa menyambut dengan tangan terbuka.

Ya, sudah sememangnya pada setiap berpindah dibutuhkan proses. Tak bisa langsung pindah saja. Pada awalnya, mungkin perlu waktu lama untuk memutuskan, harus ada alasan kuat untuk pergi, agar ketika meninggalkan, tak ada sesal yang terbit setelahnya. Namun, ketika alasan telah kuat, jangan ragu mengambil langkah baru. Fikir lagi jika harus membuang waktu terlalu lama untuk terus hidup dalam kesakitan. Bersegeralah keluar dari lingkaran ketidaknyamanan. Percayalah bahwa ada rumah yang lebih baik menunggu bersama pintu kebahagiaan yang senantiasa bersedia menyambutmu dengan pelukan hangat.

Ketika telah pasti menemukan berandanya, lihatlah dengan pandangan lurus ke depan. Mulailah mengetuk. “Tok…tok…tok…” Lalu, masuklah dengan sukacita. Kardus-kardus harapan yang ikut terbawa, bukalah. Isi dengan cinta yang lebih baik, yang lebih membahagiakan. Kemudian, belajarlah melihat ke segala arah. Beradaptasi. Karena bagaimanapun baiknya, bagaimanapun indahnya, untuk tinggal dalam sebuah ruang yang baru, dibutuhkan penyesuaian. Penerimaan. Apapun celah yang ditemukan setelahnya, anggaplah sebagai kekurangan, kekurangan yang harus dihargai dengan penerimaan yang indah.

Advertisement

Rumah yang baik untuk mereka yang baik. Tinggalah. Bergembiralah. Tumbuhlah selalu dalam kebahagiaan. Jika suatu saat nanti harus berpindah kembali, belajarlah dari tempat-tempat sebelumnya, rumah-rumah yang pernah kau diami. Karena sejatinya, berpindah bukan hanya soal dimana kita akan tinggal setelahnya, tapi perkara untuk meninggalkan apa yang sudah seharusnya ditinggalkan, dan membuka diri kepada tapak-tapak tangan yang lebih baik.