Aku tahu bu, ibu telah persiapkan banyak hal untuk ini sejak lama. Sejak aku berkali-kali membantah akan permintaanmu, sejak aku kokoh meyakinkanmu tentang pilihanku, sejak aku merengek-rengek meminta ibu mengikuti keputusanku, sejak ibu percayakan semua nya padaku hanya karena ibu meyakini kebahagianku saat itu.

Namun ketika semua itu hancur dalam sekejap, kenapa ibu tidak sedikitpun marah padaku? Kenapa ibu tidak keluarkan kekecewaan ibu terhadapku? Kenapa ibu masih memelukku? Masih disampingku? Waktu aku akan mengatakan sesuatu kepadamu, otakku terbayang semua permintaanmu dulu, nafasku terasa berhenti saat aku mencoba mencuri memandangmu.

Badanku terasa beku saat aku mengintipmu tertidur pulas, airmata ini selalu jatuh tak terbendung saat aku berhadapan denganmu di dalam rumah yang sempit ini. Aku tak sanggup menatap wajahmu,aku tak sanggup berbicara padamu, aku tak bisa membayangkan kehancurann yang akan ibu rasakan nanti.

Dan ketika aku mampu berbicara padamu engkau masih memberikanku senyuman manis disertai motivasi-motivasimu untuk selalu bersamaku. Namun aku yakin bahwa sesungguhnya ibu juga tak mampu menahan kesakitan yang aku rasakan.

Engkau diam-diam membicarakan aku dengan ayah ketika aku sedang tidur, engkau sembunyikan semua kesedihanmu demi melihatku untuk tetap kuat, engkau kubur dalam-dalam segala sesuatu tentang calon menantu yang kalian banggakan, engkau buka dan tutup kembali harapan-harapan yang telah kalian persiapkan dihari bahagiaku nanti bersama calon anak lelakimu.

Advertisement

Ibu maafkan aku, karna aku telah menunda keinginanmu terlalu lama. Engkau selalu bersabar dan menenangkanku tetapi kalimat mu yang satu ini selalu membayangiku setiap kali aku melihat wajahmu.

“Ibu ingin sekali melihat kamu duduk berdua dipelaminan”.

Kumohon bersabarlah sebentar ya bu, doakan aku agar aku dapat cepat mengabulkan keinginanmu, doakan aku agar aku dapat bersanding dengan orang yang lebih baik dari yang aku kenal dulu.

Aku sangat mencintaimu bu..