Kamu orang yang bertahun-tahun memendam perasaan cinta sama seseorang? Jangan terlalu cemas kalau setiap curhatanmu ditanggapi dengan kalimat “ahh kamu hati-hati.. jangan kayak pungguk merindukan bulan,” atau “kamu kok rela menggadai perasaanmu sama orang yang belum tentu ada perasaan juga buat kamu.”

kebanyakan kita mungkin langsung patah hati berkali-kali kalau udah denger komentar yang begitu. Tetep jangan buru-buru termakan pikiran negatif ya ladies. Lalu gimana caranya menghadapi kenyataan kalau kita emang suka sama seseorang dan secara sadar gak berani ngungkapinnya? Gak jarang cewek memang lebih sulit ngungkapin rasa sayangnya, walau gak sedikit juga yang memilih terang-terangan ngungkapin sih.

Ada beberapa hal yang perlu kamu ingat soal prinsip-prinsip yang memang sudah mengalir sebagai ketetapan. Gak ada yang maksa buat kita suka atau ada perasaan sayang sama orang, apalagi kalau kita udah yakin kalau dia emang udah jadi “takdir” kita. Duh berat. Percaya deh sama hal-hal ini, biar kamu lebih bisa berpikir positif soal perasaanmu.

1. Gimana caranya kalian bertemu pun sudah jadi keajaiban

Pertama ketemu waktu ada kegiatan kampus, satu tempat les, ketemu di tempat tongkrongan, ataupun di tempat atau momen lain yang gak kamu sangka akan berlanjut perkenalan. Dari sekian orang yang kamu temui ternyata ya cuma dia yang bikin kamu menjatuhkan hati – sampai sekarang. Yang begitu itu memang hati sih yang milih, ajaib bukan?

Advertisement

2. Ada aja alasan buat kamu terus suka dan suka

Hampir tiap hari ketemu, semakin tahu dan kenal gimana kebiasan dan perilakunya. Ada gak yang bikin kamu berubah pikiran kalau kamu emang suka sama dia? Cintamu yang penuh toleransi jadi satu tanda kalau kamu bakal terus suka dan suka sama dia.

3. Banyak hal yang dirasa kalian emang mirip

Setelah udah tahu gimana dia, jadi ada banyak hal dan kejadian yang akhirnya kamu nilai apa yang dia tunjukkan itu mirip sama kamu. Ngerasa jadi dapet cerminan diri, gitu kiranya.

4. Ada semacam ikatan batin

Kalau udah sampai muncul “ikatan batin” baik yang datangnya dari kejadian yang menimpa dia dan kamu secara langsung sebenernya, nggak tahu, atau ikatan batin yang terikat bahwa apa yang dia rasain juga sejenak kamu rasain. Itu punya kemungkinan buat jadi salah satu pertanda.

5. Walau sengaja menghindar tapi tetep aja kembali

Dari sekian banyak peristiwa yang kamu alami kadang tetep nggak cukup buat kamu yakin soal perasaanmu, terlebih buat ngungkapinnya, apalagi sampai buat kamu yakin kalau perasanmu juga akan dia terima. Ujungnya jadi pesimis dan bertarung sama pikiran sendiri, itu yang udah biasa dialami. Tapi mau gimana lagi? Mau puter balik juga jadi tambah gak ada tenaga lagi. Akhirnya memilih buat meyakini apa yang udah jadi kepercayaan di awal tadi – kembali ke lubang yang sama. Ya kamu emang terlanjur suka dan cinta sama dia.

6. Percaya pada diri sendiri itu penting

Percaya sama perasaan sendiri itu perlu, tapi ingat masih dalam batasan yang pas ya. Yang terpenting adalah bagaimana bisa menghargai diri sendiri, menghargai perasaan dan usaha yang udah kamu lakukan selama ini. Percaya deh nggak ada yang sia-sia, apalagi jika semua dilandasi dengan kebaikan, niatan baik- minimal.

Dari situ kita harus pintar-pintar membaca pertanda. Mempertahankan perasaan emang gak gampang, tapi percayalah gak ada yang sia-sia, perasaanmu akan mendapatkan jawaban pada waktunya. Percayalah bahwa bagaimana pun doa akan selalu sampai pada yang seharusnya.