Selamat pagi kesayanganku, I LOVE YOU.

Sepucuk kalimat yang ampuh untuk melewati hari-hari penat di setiap harinya, kalimat yang mampu mengalahkan dering alarm wecker maupun ponsel bahkan lebih nyaring dari suara ayam berkokok tetangga di pagi hari. Dan yang terpenting, kalimat itu sebagai pengingat bahwa aku ada. Bahwa meskipun jarak membentang di antara kita, tidak sedikitpun mengurangi rasa itu atau bahkan menjadi penghalang.

Bagaimanapun keadaannya, tetap kusyukuri, termasuk ketika rindu itu datang menyapa. Meskipun rasa itu seakan hampir meledakkan dada, apalah dayaku untuk bertemu kesayangan di kota sebelah.

Berbicara tentang jarak, berhubungan dengan intensitas pertemuan. Tentang seberapa sering kita saling menatap, tertawa bersama, berdiskusi tentang banyak hal, meskipun aku lebih sering diam dan kamu terus saja berbicara, hehehe (maaf). Tentang seberapa sering tanganmu mengusap rambutku, menyentuh lembut keningku. Meski jarang bertemu, tapi aku tidak mengeluh, aku bukanlah gadis manja yang tiap hari ingin bertemu hanya untuk sekedar dipeluk.

Bagiku, emotikon-emotikon yang kamu kirimkan setiap hari mampu menghidupkan memory-ku akan hangatnya pelukmu dan wangi khas parfummu.

Advertisement

Sayangku, meskipun kita jarang bertemu, jangan pernah ragukan kuatnya rasa. Jangan khawatir, hatiku sudah kutitipkan padamu seutuhnya, kumohon kamu untuk menjaganya disana. Seandainya pun seribu pangeran datang menggoda, aku tidak akan berpaling, hanya kamu pangeran di hatiku. Aku disini semangat karenamu, kuharap kau juga bersemangat karenaku.

Meskipun aku dingin seperti hujan bulan Desember dan kamu selalu hangat seperti mentari musim semi, yakinlah kita selalu beriringan dalam savana padang cinta. Bersemangatlah disana untuk masa depan kita, aku juga tengah berjuang untuk memantaskan diri untukmu. Terimakasih untuk semuanya, doaku menyertaimu dan akan selalu seperti itu.