Terkadang cerita hidup yang kita jalani tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kamu bisa saja merencanakan besok akan pergi kemana, dengan siapa, butuh bekal apa saja bahkan berapa lama kamu akan pergi. Tapi kamu tetap tidak bisa memastikan apakah kamu jadi akan pergi. Bisa saja mendadak saat bangun tidur kamu sakit, kemudian akhirnya membatalkan niatan untuk pergi meski persiapanmu sudah sempurna.

Itulah hidup. Tidak selalu mulus dan lurus. Terkadang kita harus mengikuti alur ceritanya. Meskipun itu dengan terpaksa. Kita bisa saja menganggap apa yang kita rencanakan merupakan suatu hal terbaik bagi kita. Namun Tuhanlah yang menentukan. Sebagai pemilik kehidupan, tentu Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kita selaku umat-Nya.

Sebagai seorang manusia, merupakan suatu hal yang wajar ketika kita mengeluh atas beban yang mendera di kehidupan ini. Beban itu macam-macam. Bisa beban urusan pekerjaan, beban urusan keluarga, beban urusan pendidikan, ataupun juga beban urusan percintaan. Terkadang kita menganggap beban itu terlalu berat untuk kita pikul.

Ada cerita menarik tentang seorang anak manusia yang menghadap Tuhannya. Ia komplain karena merasa beban hidupnya terlalu berat.


Anak manusia      : “Ya Tuhan, aku menghadap kepadamu dengan membawa sekarung beban hidupku. Aku merasa beban hidup ini terlalu berat.”

Advertisement

Tuhan                    : “Lantas apa maumu?”

Anak manusia    : “Aku ingin bebanku diganti dengan beban yang lain.”

Tuhan                  : “Baiklah, buang bebanmu keluar jendela itu. Kemudian kamu keluarlah dan pilih beban sesukamu.”


Akhirnya anak manusia tersebut melemparkan beban yang dibawanya keluar. Setelah itu ia pun mulai memilih satu demi satu karung beban yang ada. Hingga akhirnya ia menemukan yang paling ringan. Setelah diambil, lalu ia pun membuka karung itu. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui apa isinya. Karung yang ia ambil tersebut berisikan beban hidup yang tadi telah ia buang.

Dari kisah itu kita bisa pahami bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian ataupun beban hidup yang tidak mampu untuk ditanggung umat-Nya.

Jadi kamu jangan berburuk sangka kalau hidupmu saat ini belum sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tuhan pasti merencanakan yang terbaik untuk hidupmu. Jalani saja semua itu dengan jiwa yang lapang dan selalu berbaik sangka dengan takdir-Nya. Kalau orang Jawa bilang, kamu harus bisa "legowo".

Kalau kamu sesekali mengeluh, itu wajar. Sebab manusia juga ditakdirkan sebagai mahluk yang penuh keluh kesah. Akan tetapi kalau kamu selalu mengeluh dengan ujian yang kamu hadapi, maka ada baiknya untuk sesekali melihat ke kanan dan kiri bahkan kalau perlu kebawah. Lihatlah sekelilingmu. Pasti banyak orang yang hidupnya lebih berat dari kamu. Situasi yang mereka hadapi mungkin lebih sulit, hanya saja mereka tidak mengeluh sehingga terlihat baik-baik saja hidupnya.

Perbanyaklah bersyukur. Ketika kamu mengeluh karena merasa kurang kaya, maka kamu harus menyadari bahwa hidup yang sedang kamu jalani saat ini merupakan suatu kekayaan. Kamu bisa menikmati udara segar secara gratis. Kamu bisa bergerak tanpa rasa sakit. Kamu masih bisa berkumpul dengan keluarga. Hal-hal sederhana tersebut seringkali lupa kita syukuri.


Jangan selalu memandang hidup ini hanya sebatas materi. Banyak hal yang lebih pantas untuk diperjuangkan serta disyukuri. Jadi ketika kamu sedang merasa jenuh dengan hidupmu saat ini, bersyukurlah saja, hidup yang kamu keluhkan (bisa jadi) adalah hidup yang orang lain inginkan