Malam ini aku merasa sepi,hampa tak bersuara, aku rindu suara suara manis itu ,suara dimana manggil nama aku dengan leluconmu itu.

Malam ini aku sendiri, dengan air mata yang menetes dipipi ,malam ini baru terasa betapa hancur nya aku kehilangan kamu atas kepergian kamu selama lama nya dan takan kembali

Iya itu kejadian tiga tahun yang lalu kehilangan orang yang aku sayang, seseorang yang aku banggakan ,lelaki terbaik yang pernah aku miliki melebihi ayah aku sendiri padahal dia bukan sedarah tapi aku merasa sejiwa karena dia tidak pernah meninggalkan luka, membuat kesalahan fatal terhadapku walau aku sama dia hidup bersama cuma selama 3 tahun.

Semua tentang aku dia tahu, orang tuapun tahu aku lebih nurut oleh dia ketimbag ibu atau ayah aku sendiri. ketika kehilangan hati aku hancur ingat Senin sore sehabis shalat ashar aku dikabarkan kalau kamu sudah tidak ada dengan mendadaknya tanpa mengalami sakit yang parah atau kecelakaan tiba tiba kamu menghabiskan nafas terakhir kamu dirumah sakit Jakarta barat dengan keluhan kamu sesak dan tensi darah kamu naik dengan usi kamu terbilang mudah usia 21 tahun tensi darah kamu 190, sesampai dirumah sakit kamu dimasukan keruang UGD dan kamu masih sempat sadar minta ibu kamu untuk menghubungi aku memberitahukan kalau kamu dirawat dirumah sakit tapi takdir berkata lain setelah aku tahu kabar kamu tidak ada hancur hati aku rasanya aku ingin segera menyusul kamu

Berjalan nya waktu dan september kemarin kamu pas 3 tahun kepergian kamu, aku rindu sosok kamu, aku berharap ada lagi laki laki seperti kamu lagi.

Advertisement

Malam ini, aku merasa ini hampa sepi sedih bukan karena kepergian kamu tapi aku kangen dengan suasana dimana aku ada yang menyayangi aku dengan tulus dengan apa adanya.

Aku kangen itu Bung panggilan sayang aku ke dia apa kabar kamu di surga Allah bung aku sekarang berteman dengan sepi berteman dengan kegelapan hampa yang aku rasa tanpa hadirnya kamu lagi.

Bung kamu tidak perlu khawatir aku baik baik saja disini kamu jangan sedih dengan apa yang sedang terjadi dengan aku.

Aku bisa lalui ini semua sendiri tapi aku hanya ingin mengadu dengan kamu.

Bung aku rindu kamu dimana kamu pernah marahin aku ketika aku minum soda ,sekarang siapa yang ngomel ngomelin aku.

Bung aku sekarang lagi buat laporan Magang kalau ada kamu pasti kamu nemenin aku bantuin aku untuk mengerjakan Bab ke Bab, semangatin aku kaya waktu kamu dulu mngerjakan laporan magang kamu, ketika mau sidang aku yang panik takut kamu panik tapi ternyata kamu sukses sidangnya.

Bung kamu ngerasain hal yang samma kan dengan aku merasakan rindu yang terdalam.

Maaf bung malam ini aku sedih entah apa yang terjadi membuat aku mengingat kamu lagi.