Apa yang aku pilih semuanya ada alasanya, maaf kadang aku tidak mau memberitahu alasan tentang pilihan yang aku ambil. Itu aku lakukan bukan karena menganggapmu tidak penting. Aku tidak ingin menjadi penambah bebanmu.

Maafkan aku jika selama aku menyelesaikan masalah aku lebih sering berbohong kepadamu. Percayalah, itu aku lakukan bukan untuk menyakitimu. Aku juga merasa tersiksa dengan kebohongan yang aku ucapkan, tersiksa dengan rasa bersalah dan takut kamu akan kecewa,ini tidak mudah untuk aku lakukan tapi demi terlihat baik-baik saja di depanmu, aku pun berbohong kepadamu.

Ingin rasanya aku bersandar di bahumu menceritakan masalah yang aku hadapi, berharap beban ini akan cepat menghilang, tapi aku sadar aku harus belajar mandiri untuk mengatasi masalah ini. Kehilangan banyak waktu bersamamu, karena sikap keras kepalaku ini membuatku merasa menjadi orang yang jahat dalam hidupku.

Memang dalam suatu hubungan,sebaiknya kita saling berkomunikasi membagi cerita dan masalah. Namun jika terus aku menceritakan masalah dan mengeluh, itu hanya membuatku menjadi orang manja yang lemah di matamu.

Aku bersyukur Tuhan mengirimkanmu untukku, semoga aku bisa menikmati proses pendewasaan ini tanpa merusak apa yang sudah kita jalani.