Entah apa yang terjadi padaku kemarin sore
Masih di tempat yang sama,di sebuah ruangan sederhana yang tak ber AC dan hanya ada aku sendiri dengan ditemani sebuah musik nan romantis
Tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang selama ini sangat aku hindari, perasaan yang aku benci
Selama ini aku berkomitmen untuk tidak merasakan itu,tapi rasa ini tak bisa aku halangi. Hatiku terlalu polos untuk mencegahnya

Ini bukan perihal kamu atau perihal kita, tapi ini perihal aku dan hatiku
Aku pun tidak menyalahkan kamu, ini salahku
Tapi jujur, kamu selalu datang di saat yang tepat
Tapi lagi-lagi kamu bukan orang yang tepat

"Nah iya,mencari orang yang tepat itu emang susah"-hayati,2016

Sesekali teringat nasihat seorang wanita yang menjadi tulang rusuk ayahku
"Jaga hati kamu baik-baik, jangan sampai memberikan hati pada orang yang salah. Aku yang 19 tahun menjaga hatimu tak rela jika hatimu terluka oleh orang asing yang baru kamu kenal"

Aku berjalan pulang, mendekat ke sebuah ruangan tempat aku bersandar, mencurahkan segala kepenatan hidup, meluapkan amarah
Aku tak bisa mengontrol diriku, tanpa sadar pipiku bertemu dengan kekasih lamanya..
Ya, dialah air mataku..
Pipiku sudah lama tidak bertemu dengannya, sampai sampai aku tak sanggup menghapus air mataku
Aku membiarkan mereka bermesraan lebih lama
Walaupun pada akhirnya air mata pergi meninggalkan luka

Advertisement

Setidaknya rasa sakit di dadaku membuat sepasang kekasih merasa bahagia :')