Bila masih ada hal-hal yang ingin kau capai, maka pergilah untuk mencapainya. Pergilah dengan segala kesungguhan dan niat baik karena Tuhan. Bila masih ada puncak-puncak gunung yang ingin kau daki. Pergilah dengan semua perbekalan yang kau punya dan berdirilah dengan kerendahan hati di atas sana.

Bila masih ada amanah-amanah yang harus kau lakukan demi ibu-bapakmu. Lakukanlah dengan baik agar doa mereka senantiasa mengalir padamu sebagai perisai diri dari hal yang tidak baik. Bila masih ada oranglain yang membutuhkan uluran tanganmu, maka bantulah dengan tulus hingga hilang beban dari pundaknya.

Bila dengan itu semua kau harus membuatku menunggu, sungguh itu semua tak masalah buatku. Lakukanlah segala hal yang seharusnya kau lakukan sebelum bersiap menjalani perjalanan bersama. Menunggumu yang begitu, sungguh tak masalah buatku.

Namun di antara semua hal yang harus kau lakukan sekarang, semoga segala hal yang kau ingin lakukan dikemudian hari adalah mengajak aku ikut pada perjalananmu, bersama-sama menuju Tuhan.

Mungkin malam ini akan terasa sesak karena menyadari hal yang telah lama kau sangkal. Enggan sekali kau mengakui hal tersebut; lantas berbangga berkata bahagia dengannya. Berkata bahwa dengannya kau mudah sekali tertawa.

Advertisement

Duhai hati manusia yang mudah terbolak-balik, malam ini dadamu terasa sesak bukan karena akan kehilangan dia yang kau cinta, tapi karena kau memilikinya sebelum direstui Tuhan. Nyatanya dia bukan milikmu, karena sesungguhnya dia bukan jodohmu. Benar, 'kan?

Esok lusa mungkin jodohmu yang Tuhan tulis ketika kau masih dalam kandungan ibumu akan datang padamu, menjemputmu atas ijin Tuhan lalu berjanji akan menjagamu melebihi ia menjaga dirinya sendiri. Lantas hari ini, kau masih saja bersama dengan ia yang entah kapan saja bisa meninggalkanmu.

Mari kita sedikit lagi bersabar tentang bagaimana Tuhan akan mengaturkan jalan hidup paling baik untukmu. Jmputlah jodohmu dengan keridhoan Tuhanmu tanpa tapi. Jangan lagi mengelak bahwa yang membersamaimu sekarang adalah bukan milikmu.

Tidak perlu ada yang merasa terluka karena kepergian, sungguh tidak perlu.

Ada banyak kemungkinan untuk menuju tujuan, sepanjang kita percaya bahwa Tuhan tidak akan berhenti untuk ikut campur dalam setiap urusan. Jangan lupa menyertakan-Nya dalam setiap langkah kita. Biar kita terbimbing.