Buat kamu yang sekarang duduk di kelas 3 SMA/SMK/MA atau sederajat pasti sekarang selain lagi bingung mikirin monster bernama UAN, pasti juga sibuk menentukan masa depan. Iya kan? Mau kerja, lagsung nikah atau lanjutin ke kuliah? Sebagai anak kuliahan, aku cuma akan ngasih tips buat kamu yang masuk ke klasifikasi nomor 3. Pergi Kuliah! Nah cekidot!

1. Pilih Jurusan Sesuai Minat dan Kemampuanmu Dulu. Favorit? Belakangan Aja.

Jangan sampai kamu masuk jurusan favorit tapi bukan pada minatmu. Atau bukan favorit asal masuk PTN gede bin punya passing grade bagus. Susah bro, menemukan titik balik pada sesuatu yang bahkan kamu nggak suka. Jangan sampai deh bela-belain masuk universitas dan jurusan bagus tapi IP mu dibawah standar. Gak banget kan?

2. Kehidupan Kuliah Gak Kayak Jaman SMA.

Kalau kamu waktu SMA masih diemong sama guru, maka tidak saat kuliah. Kamu bebas mengekspresikan dirimu. Ikut organisasi dan ekskul ini itu terserah. Namun jangan terlalu banyak berharap dosen bakal kasih nilai kamu bagus cuma demi kamu lulus dari mata kuliah bersangkutan. Sebagai orang yang pernah dapat nilai E, aku saranin kamu pinter-pinter membagi waktu antara kuliah , ekskul, organisasi, dirimu sendiri atau kerja kalau kamu kerja. Disinilah guna kakak angkatan. Kamu bebas miinta saran, rekomendasi dosen jika kamu oleh kampus diberi kesempatan untuk milih dosen dan mata kuliah secara mandiri. Dosen juga gak bakal terus stand by di kantor kayak guru SMA. Untuk bertemu beliau kamu biasanya dikasih jadwal pertemuan atau alamat e-mail saat pertemuan pertama kuliah.

Advertisement

3. IP Bukan Segalanya, Tapi IP Penting

Biasanya IP itu diperlukan buat standar kelulusan alias ke-cumlaude-an. Juga buat melamar kerja meski interviewer juga kemungkinan kecil bakalan liat IPmu. Tetapi lebih dari itu semua, kualitas pribadimu jauh lebih penting. Tak hanya di dunia kerja kantoran, tetapi juga di dunia kerja non-kantoran. Jadi jangan sedih kalau IP-mu kacau walau balau, cepat bangkit dan rakit IP itu kembali itu lebih penting.

4. Ga Punya Duit? Santai, Beasiswa Bertebaran Kok.

Kuliah emang mahal. Tapi don't worry banyak beasiswa tersedia. Gak cuma bagi yang pinter, tapi juga buat yang bokek macem ane. Sembilan juta buat satu semester jelas bukan kemampuan orangtua ane yang cuma guru biasa menjelang pensiun mampu membiayai. Untung aja bin Alhamdulillah, ane dapat beasiswa PBSB. Jadi aku bisa kuliah di tempat top markotop (liat gambar) tanpa biaya kecuali biaya tambahan buat hidup, (pesangon secukupnya dari orang tua). Saat masuk kuliah di pertengahan semseter gitu biasanya banyak perusahaan menawarkan CSR nya buat beasiswa seperti djarum, manulife, dll. Yang penting kamu rajin-rajin aja antengin website universsitas atau fakultas.