Siapa sih yang tidak ingin jalan-jalan? Semua orang butuh jalan-jalan untuk merefresh diri dari pekerjaan, dan bagi mahasiswa untuk menyegarkan otak dari tugas-tugas kuliah, terlebih bagi yang sedang skripsi atau tesis. Jangan biarkan otakmu bekerja lebih keras. Setidaknya, manjakan dengan jalan-jalan.

Gue tipe orang yang tidak suka ribet. Jadi, traveling sendiri pun nggak masalah. Gue masih mahasiswa, bukan anak pengusaha, bukan pula anak pejabat negara. Gue anak buruh tani cuy! Jadi, sangat sulit bagi gue untuk berkhayal jalan-jalan ke luar negeri bila lagi suntuk. Namun, bukan suatu yang mustahil dong!

Gue mulai rajin cari-cari artikel tentang pengalaman orang-orang yang menjejal kaki di luar negeri. Duh, gue semakin semangat. Mulai saat itu, gue rajin menulis di media massa, lumayan sih honornya. Dan gue nabung buat jalan-jalan yang udah gue rencanain.

Sebenarnya banyak banget destinasi bagus buat liburan di Indonesia. Tapi, harga tiket domestik mahal banget. Nah, jadi tujuan gue luar negeri yang deket-deket dengan Indonesia deh. Yuk Simak ya.

1. Singapore: Romantis Ketika Hujan

Advertisement

Siapa coba yang tidak pingin menjejak ke Singapura? Negara nya sangat bersih, mau nyari sampah bungkus permen di tempat umum aja susahnya minta ampun. Gue kesana selama beberapa hari. Awalnya gue berburu tiket promo dari Jakarta, dan dapet Rp14.000, untuk bayar kursinya. Sedangkan tarif pajak bandara di Jakarta Rp150.000, jadi harga totalnya Rp 164.000 untuk one-way. Sedangkan untuk pulangnya dengan harga kursi yang sama, namun pajak bandara di Changi-Singapore Rp 350.000, jadi tiket pulangnya seharga Rp 364.000. Dapet deh gue tiket PP seharga Rp 528.000. Kalo gue ke Bali, belum cukup buat tiket perginya doang. Rajin-rajinlah cek website maskapai yang sering kasi promo penerbangan.

Gue bawa bekal makanan banyak dari Indonesia, seperti roti tawar, susu, mie gelas, dan makanan ringan. Jadi di Singapura cuma nyiapin budget buat makan berat doang. Umumnya kalo makan nasi sekitar 3-5 SGD (Singapore Dollar) sekali makan. Makan dua kali sehari cukuplah.

Transportasi di Singapura semuanya nyaman, tergantung suka yang mana aja, bisa taksi, MRT, atau bus. Kalo gue nyamannya naik MRT, hanya 1 SGD saja kemana-mana. Waktu itu gue pake kartu Ez-Link, harganya 12 SGD sudah termasuk top-up. Beli kartunya di Bandara Changi.

Penginapan di Singapura terdapat banyak tipe dengan harga yang bervariasi. Karena gue budget minin, gue nginep di hostel seharga 90 rebu semalam. Gue bayar on the spot, setelah pesan di website.

Tempat wisata gratis di Singapura banyak banget, tinggal searching aja di mbah google.

Setelah gue itung-itung, pengeluaran total gue selama 3 malam 4 hari ke singapura (termasuk tiket PP, penginapan, transportasi, makan, dan oleh-oleh) ternyata di bawah 1,5 juta.

2. Kuala Lumpur dan Rindu

Negara lain yang gue kunjungi di waktu yang berbeda adalah Malaysia. Gue cuma ke Kuala Lumpur. Awalnya sama, gue berburu tiket promo, dan dapet kursi Rp 0, jadi gue cuma bayar pajak bandara Rp 150.000.

Soal penginapan, gue dapet yang super murah, hanya sekitar Rp 70.000 per malam, semacam kos-kosan dengan fasilitas hanya kasur dan kipas angin. Ya lumayanlah bagi traveler sesat kayak gue. Kemana-mana gue jalan kaki, gak pake bus atau taksi. Gue cuma menikmati kota Kuala Lumpur saja, selama tiga hari.

Hanya waktu transit dari KLIA2 ke KLIA bayar transit MRT seharga 2 ringgit. Dan dari KLIA gue naik bus seharga 10 ringgit menuju penginapan.

Makanan di KL hampir sama dengan di Indonesia, harganya juga mirip-mirip lah. Ada nasi kucing versi Malaysia, harganya 1,5 ringgit, isinya nasi dan sambal teri. Enak. Dua bungkus aja sudah mengenyangkan. Gue rindu kesana lagi.

Setelah itung-itung pengeluaran total di Kuala Lumpur hanya sekitar Rp 700.000 sudah termasuk semuanya (Tiket PP, penginapan, makan, dll).

3. Bangkok: Kota Sexopolitas

Bangkok, ibu kota Thailand, juga bisa menjadi destinasi liburan. Gue empat hari di sana, via Kuala Lumpur. Karena gak ada tiket Rp 0 ke Thailand, hahahaha (ketawa ala setan). Dari KL nyambung pake Bis ke Provinsi Hat-Yai, harga tiketnya 50 Ringgit. Kemudian dari Hat-Yai naik sleeper bus ke Bangkok, harganya 500 Baht (jangan beli di calo-calo).

Sehari semalam naik bus ke Bangkok seru juga lho!

Seperti biasa, gue udah pesan hostel yang bisa bayar di tempat. Gue dapet harga kamar semalem 50ribuan. 😀

Bangkok terkenal dengan sex yang tanpa batas, jadi night life-nya bener-bener terbuka banget dengan hal-hal berbau seksual, terutama di Khao San Road. Seru kok!

Soal makanan di Bangkok, musti banyak bawa dari Indonesia, apalagi makanan halal sangat susah dicari. Setelah itung-itung, pengeluaran total gak nyampe dua juta. Gue kaget ding 😀

Nah, demikian pengalaman gue merantau (liburan) ke negara di Asia Tenggara terdekat dengan Indonesia. Budget minim bukan berarti takut jalan-jalan. Modal nekat dan survive. Jadi, ke negara mana tujuan utama kamu traveling? Semoga menginspirasi.