Bukan masalah siapa yang sudah bisa move on dan siapa yang belum bisa move on tetapi tentang siapa yang ternyata masih ingin berhubungan..

Selalu saja menyalahkan bahwa aku yang masih bertahan dalam ketidakpastian ini. Menunggu yang seharunya tidak untuk ditunggu, berharap yang seharusnya tidak untuk diharapkan, belum bisa melupakan untuk yang harusnya dilupakan. Padahal yang seharunya kamu tau, pacarmulah yang selalu menghubungiku setiap dia rindu padaku..seharusnya kamu tau sendiri bagaimana kelakuan pacarmu itu, tidak hanya selalu menyalahkanku karena aku pernah ada dikehidupannya.

Aku sudah berkomitmen tidak akan pernah menghubungi dia lagi setelah kejadian itu, tetapi toh kenyataannya dia yang selalu datang tiba-tiba lewat sms, telfon, ataupun datang kerumahku. Aku tak bermaksud mengganggu ketenangan kalian tapi tolong kamu paham bagaimana sosok yang kamu banggakan saat ini, bagaimana wataknya, bagaimana sifatnya, dan bagaimana kelakuannya dulu dan sekarang saat denganmu.

Aku selalu berdoa supaya kalian bisa menjadi keluarga kelak. Toh aku tau kriteria calon istri ideal menurut ibunya dan semua ada didirimu dan keluargamu..kami hanya ingin berteman, tak ingin lebih atau kembali seperti dahulu karena awalnya kita ini memang teman

Jadi jagalah dia..jangan kekang dia..pahami dia seperti aku memahaminya..dan bila kalian menikah, undanglah aku dan jangan benci aku karena aku tak pernah membencimu yang membuat aku dengannya seperti ini