Satu hal yang ingin kuberitahukan padamu namun mungkin belum terucap ketika kamu merasakan nyaris putus asa mendapatkan jalan untuk bersamaku. Dulu jauh sebelum kita memutuskan saling bertemu. Aku pernah mencintai begitu dalam hingga lupa daratan. Aku pernah berharap begitu banyak pada seseorang hingga lupa hari esok. Aku pernah melibatkan seluruh diriku dalam mencinta hingga otakku tak dapat berfikir seperti semestinya dan aku terlibat pada dosa. Dan setelahnya orang itu justru pergi bersama yang lain menyisakan luka, sangat dalam, sangat sakit, sangat gelap.

Maaf, namun aku sudah menghentikannya. Aku berjungkir balik berusaha meninggalkan masalalu yang bagiku sendiri adalah titik terendah hidupku. Aku sudah memutuskan untuk meninggalkan itu jauh di belakang. Aku ingat bahwa ada rencana yang lebih baik yang Pencipta siapkan untukku. Maka aku berdiri, mencoba berjalan meskipun awalnya tertatih dan bertekat ingin memantaskan diri untukmu yang saatnya nanti akan Pencipta pertemukan denganku.

Aku sudah sangat ingin bertemu, namun aku terbentuk dari masa lalu

Aku menunggumu, aku sudah sangat rindu dan ingin bertemu. Merasakah kamu bahwa aku sudah tak terhitung banyaknya menyapamu dalam setiap doaku di tengah malam setiap harinya? Merasakah kamu bahwa aku beberapa kali bertetiak di pantai yang sunyi atau pegunungan yang sunyi meskipun tak tau namamu dan menggantinya dengan kata "hei kamu" lalu kulanjutkan dengan kata "mari bertemu".

Saking rindunya, aku seringkali membayang kan pertemuan kita, bagaimana kita di masa depan akan bertemu. Meskipun masih tak bisa membayangkan wajahmu aku tetap membayangkan pertemuan-pertemuan dengan cara lucu yang mungkin tak masuk dalam logikamu, kadang aku membayangkan pertemuan dramatis layaknya putri-putri Disney yang mungkin terlalu kekanakan bagimu. Aku sudah sangat menunggu pertemuan kita. namun seperti kataku di awal, sebagian dari diriku terbentuk dari masa lalu.

Advertisement

Meskipun sangat rindu, maaf juka nanti di awalnya aku berkali-kali mengacuhkanmu

Aku minta maaf, tak seharusnya lukaku berpengaruh padamu. Namun sedikit banyak alam sadarku mengingat semua kejadian itu. Sedikit banyak, hatiku takut terjebak kembali pada masa itu, maka ia menebalkan dindingnya. Keadaan hatiku yang seperti itu merubahku bersikap terutama dengan pertemanan dengan lawan jenis. entah mengapa aku akan bersikan cuek, jutek, acuh jika melihat gelagat seorang laki-laki mendekatiku dengan tujuan mengenalku lebih dalam.

Sampai akhirnya mereka menyerah. Beberapa yang datang sebelumnya akan berlalu setelah kejutekan yang aku berikan. Beberapa yang lain berlari setelah merasa terlalu tak ada harapan. Maka nanti jika kamu menemukanku lebih dahulu, Meskupun aku mengacuhkanmu, jangan menyerah. Jika kamu gagal di pertemuan pertama, maka ulang di pertemuan kedua, jika kamu gagal di kesempatan kedua, maka ulang di kesempatan ketiga.

Jangan menyerah, percayalah, hatiku tak sekeras itu. akan ada saatnya ia melembut digerus waktu sampai akhinya ia bisa percaya kepadamu. Ada satnya ia akan merasa tentram berada di sampingmu. Maka jika begitu, berarti hatiku tak lagi menganggapmu ancaman yang akan melukainya lagi.

Maaf telah merepotkanmu bahkan di awal cerita kita.