Aku tidak tau siapa yang salah dalam hubungan ini. Aku yang salah, atau kamu yang salah, atau kita berdua yang salah. Aku masih belum tau jawaban dari semua ini. Yang aku tahu ada yang salah di hubungan kita ini.

Kau adalah sahabatku, aku dan kamu sudah kenal sejak lama. Kita juga sudah terbiasa keluar bersama, makan bersama dan kemanapun aku pergi,pasti aku mengajak kamu.

Awalnya sih, emang tidak ada yang aneh. Ya karena aku menggapmu sebagai saudaraku sendiri. Aku tahu semua tentangmu. Aku tahu kamu sudah mempunyai kekasih. Aku tahu kekasihmu sangat mencintaimu dan aku tahu kamu juga mencintainya. Awalnya sih emang biasa ajah. Tapi mengapa untuk akhir-akhir ini semuanya terasa berbeda. Aku tidak tahu perasaan apa ini, aku marah, aku emosi dan aku cemburu saat kamu bermesraan di depanku dengan kekasihmu. Padahal dulu aku tidak pernah seperti ini, aku tidak tahu apa yang salah denganku. Yang aku tahu, aku merasa cemburu saat kamu bermesraan dengan dia, kekasihmu.

Ya Allah, apa yang salah dengan diri hamba? Apakah hamba sudah jatuh cinta kepada sahabat hamba sendiri.?

Perasaan ini semakin hari semakin besar. Ya aku tahu ini semua salah,aku sudah jatuh cinta pada kamu, sahabatku sendiri. Tapi aku mohon jangan menghakimiku, di sini kamu juga salah. Mengapa kamu begitu perhatian dengan kondisiku. Mengapa kamu begitu memperdulikan tentang apa yang aku lakukan. Padahal saat ini kamu memiliki kekasih. Mungkin menurut kamu itu hal yang wajar sebagai seorang sahabat, tapi buatku itu tidak wajar. Karena kamu melakukannya bukan hanya setiap hari, tapi hampir setiap saat.

Advertisement

Sekarang aku sudah menyadari semua, yang salah memang kita berdua. Kamu salah karena kamu terlalu perhatian dan peduli denganku. Dan aku salah menyikapi perhatian yang kamu berikan padaku.

Aku tidak mungkin merebutmu dari kekasihmu, karena aku bukan laki-laki seperti itu.

Aku pun tidak mungkin begitu saja meninggalkanmu, karena kau adalah sahabatku.

Untuk beberapa saat ini, aku ingin kita intropeksi diri masing-masing. aku tidak ingin ada yang tersakiti dalam hubungan ini.

Untuk beberapa waktu ke depan, aku mungkin tidak akan menghubungi kamu. Bukan karena aku marah, benci atau ingin menghindarimu. Karena saat ini yang aku inginkan hanya waktu untuk sendiri.

Tidak, aku tidak menghindarimu, tapi aku hanya ingin melindungi hatiku dari luka, sahabatku.