Saat semburat oranye mulai menghiasi langit di senja yang cerah ini pertanda matahari akan terbenam ke peraduannya. Jejak langkah kaki perlahan menghilang dibasuh ombak pantai pasir putih ini. Tak seperti dulu saat kita masih beramai-ramai menghabiskan senja bersama. Menceritakan semua yang terjadi, mengubah tangis menjadi canda tawa. berbagai opini yang kadang tak masuk akal pun mampu sedikit meringankan beban di pundak. Gelak tawa yang kadang sampai terbahak mampu menghapus jeritan tangis yang mengiris hati.

Tapi sekarang hanya memori indah tentang kita yang menemaniku saat senja di pantai ini. Kadang pikiran tentangnya masih seperti laut, yang terlihat tenang di permukaan. Padahal sekali saja kamu menceburkan diri ke dalamnya, kamu akan tahu bagimana derasnya arus yang bisa menghempaskanmu jauh dari daratan dimana kamu seharusnya berdiri. Sama seperti hati, tak bisa dilihat berdasarkan dari sikap semata. Kadang kerinduan itu selalu datang menyapa, saat aku harus menghabiskan senja di pantai tanpanya. Kini pelukan hangatnya sangat jarang ku dapatkan, bahkan hampir tidak pernah lagi terasa hangat.

Bukan dia yang berubah tapi waktu yang mengubah hidup kita semua, dengan berbagai aktifitas dan pekerjaan yang membuatnya jauh meninggalkan pantai ini. Melaju sangat jauh dari pandangan, hingga kini tak mampu lagi walau hanya sekedar mecium aroma tubuh atau mendengar celotehnya. Tapi aku percaya, persahabatan tak akan hilang hanya karena jarak memisahkan. Walaupun raganya sudah tak lagi kupeluk, aku percaya ada sebagian jiwanya yang tertinggal di tempat ini. Di pantai ini tempat kita selalu mengabiskan senja bersama. Semoga sampai usia kita senja nanti, kita masih bisa menikmati senja bersama lagi.