Perpisahan kita tak mengubahku jadi sinis soal cinta. Justru kau telah memberiku banyak pelajaran berharga untuk suatu hari di masa depan. Aku yakin akan bertemu dia yang memang ditakdirkan Tuhan. Dan jika hari itu tiba, aku akan mampu menjadi seseorang yang lebih dewasa. Yang lebih mampu mengenal diri sendiri dan diri mereka yang aku cintai. Rasa bahagia kita memang tak pernah digariskan untuk selamanya. Namun, aku bisa jadi manusia yang lebih berdaya karena kita pernah bersama.

Bukan soal mudah mengutarakan apa yang kita rasakan kepada orang lain untuk sekedar melegakan hati yang kini lebih sering terasa sesak akan namamu, bahkan untuk menceritakan kepada diri sendiri aku tak tahu untuk memulainya dari bagian mana. Kamu sosok yang tak terjelaskan bagaimana bisa merasuki seluruh dikiranku tanpa jeda sedetik pun.

Apa kamu tahu apa yang aku rasakan sekarang setelah kamu menawarkan sejuta warnamu?

Kini aku tumbuh menjadi pribadi yang tak henti-hentinya belajar merelakan situasi yang pencipta awalnya adalah aku sendiri. Aku mengerti dan telah merasakannya sekarang. Inilah mungkin apa yang kau rasakan beberapa waktu yang lalu. Tapi kau tak mengetahui apa yang hatiku sebenarnya rasakan. Tak pernah sekali pun aku mengabaikanmu, aku hanya tak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa. Mungkin aku terlalu mengutamakan gengsi dan takut untuk memulainya terlebih dahulu.

Aku paham cinta yang kau rasakan dahulu tak saperti harapanmu, tapi apa kau juga tak ingin sedikit mengetahui apa yang aku harapkan tentangmu?

Advertisement

Menurutku cinta adalah proses yang harus dirasakan pelan-pelan. Cinta adalah sebuah kebutuhan akan rasa nyaman, meski tak selamanya sejalan. Bukan berarti aku tak meyakini akan cintamu tetapi apa tidak terlalu dini untuk mengatakan bahwa itu cinta. Bagiku masih banyak proses hingga aku benar-benar merasakan jatuh cinta bahkan titik berat dalam hidupku sampai aku kehilangan sosokmu. Aku menyadari kesalahan itu, bahkan aku tak ingin mengulanginya kapadamu lagi. Kali ini kau bukan hilang yang berarti tak kembali, walau kembali akan berbeda, tak seperti dulu.

Harusnya kau percaya dan yakin tanpa perlu mempertanyakan lagi bagaimana hatiku padamu

Dulu aku sempat berpikir, kau tak akan bisa mengubah cara pandangku terhadapmu. Tapi kali ini aku benar-benar jatuh hati kepadamu.

Setiap waktu, langkah, nafas serta jiwaku hanya untuk memikirkanmu, walaupun terdengar begitu menjijikkan tapi itulah yang aku rasakan saat ini.

Aku selalu berusaha menahan egoisku untuk mendapatkan perhatianmu, karena aku begitu mengetahui bagaimana hatimu. Bukannya aku menjadi sok tahu tentangmu, tapi isi hati yang pernah kau ungkapkan padaku mulai dari kebahagiaanmu hingga kebencianmu terhadap sifat yang dominan susah berubah dari diriku. Hubungan yang terjalin kali ini aku menyebutnya cinta tanpa syarat, meski kali ini aku yang akan merugi tersiksa oleh batasan-batasan yang kau ciptakan, tapi aku ikhlas