Apakah aku bahagia dengan kehidupan yang aku miliki saat ini? Apakah aku merasa nyaman dengan kehidupan yang aku jalani saat ini? Dan apakah aku bangga dengan semua yang ada dalam kehidupanku saat ini? Jika secara kenyataan dan takdir, maka aku akan menjawab dengan kata iya, namun tidak dengan perasaan itu. Perasaan itu masih tetap sama, sama seperti dulu ketika aku masih bersamamu.

Seiring semua berjalan dan semua berlalu, pertanyaan demi pertanyaan terjawab sudah ketika semua yang kita rasa telah berubah menjadi jalan yang berbeda.

Apakah itu pilihanku ataupun pilihanmu? Tentu tidak, dan kita tak pernah menyalahkan siapapun dalam hal ini, namun jika aku boleh meminta, maka pintaku cuma satu, inginkan kita selalu bersama hingga tangan kita tak mampu lagi saling menggenggam, mata tak lagi saling menatap, dan hati tak lagi dapat merasa dalam sebuah keabadian. Untuk semua yang terlewatkan, semua yang telah berlalu, namun cerita itu tetaplah masih ada. Masih menjelma dalam rindu yang tak pernah bisa aku rangkai menjadi nyata hadirmu.

Begitu juga denganmu, aku sangat mengerti dan aku sangat memahami kondisimu saat itu, di mana kau tak dapat menolak ketika waktu telah memutuskan untuk kita saling melepas tangan untuk selamanya. Dan kau telah memilih jalanmu sendiri, jalan yang kau pilih bersama seseorang yang ditakdirkan hadir dalam hidupmu. Sementara aku, juga menjalani kehidupanku sendiri dan hingga saat ini masih terpaku dalam penantian yang belum usai untuk seseorang yang bukan dirimu, ditakdirkan dan tercipta atas tulang rusukku.

Aku akan tetap menanti hari itu, hari di mana aku dipertemukan dengan dia yang lain, dia yang memang tercipta atas ridhonya dan juga restunya dalam kehidupan yang aku miliki di dunia ini. Betapa sulit memang untuk melepas semua kisah yang telah terjadi. Sangat sulit, bahkan aku butuh waktu yang cukup lama untuk menggantikan posisimu di hatiku.

Advertisement

Perlahan namun pasti, aku akan terus berjalan menelusuri samudera kelana, dalam usaha yang tak pernah menyerah untuk mewujudkan impian, seperti yang kau jalani bahagia saat ini bersamanya. Aku harap kita tak saling menuntut, bahkan saling menyalahkan keputusan waktu akan hal ini, karena cukup kita dan Tuhan saja yang mengetahuinya, jika kita pernah disatukan dalam sebuah ikatan cinta yang begitu indah.

Hanya saja, kita tidak dipertemukan dalam indahnya ikatan suci bernama jodoh.

Soal cinta kita boleh bicara tentang semua keindahan yang terjadi di dalamnya, namun ketika jodoh sudah berkata, mau bilang apa dan kita tak akan mampu untuk menantang kehendakNYA, yang telah digariskan dalam kehidupan setiap insan di dunia ini, siapapun dia. Aku sangat percaya dan sangat memahami, jika takdir yang digariskan untukku akan indah pada waktunya nanti dan aku akan menunggu waktu itu.

Dan kamu yang di sana, tetaplah bahagia seperti ketika kau mencintaiku dulu untuknya. Kau harus lebih baik lagi karena dia adalah bagian dari waktu yang aku tinggalkan dalam waktumu untuk memberimu kebahagiaan yang tak mampu aku tuntaskan hingga usai.

Aku akan selalu berdoa untuk kamu dan cinta, cinta yang telah memberiku penjelasan bagaimana cara menghargai cinta itu hadir dalam hidupku ini. Walaupun itu tak lagi bersamaku, namun aku selalu merasa bahagia, bahagia jika aku pernah menjaga seseorang dengan cinta tanpa harus menuntut untuk dia hadir dalam hidupku. Bagiku, dirimu segalanya namun itu hanya dalam cerita kisah hidupku saja. Aku berkata karena kita tak bisa bersatu dalam ikatan jodoh dalam takdir itu. Jadi, aku minta, tetaplah kita saling mengenal dengan baik dan semoga saja kau tak membenciku dengan cinta karena jika terjadi, bagaimana aku bisa mencintai seseorang yang ada dalam hidupku kelak.

Akhir dari kata cinta…

“Jika cinta itu tak pernah memberimu penjelasan kapan dan kapan dia akan hadir, namun cinta akan selalu memberi pemahaman yang kuat kenapa dia hadir dalam hidupmu. Jadi berhentilah menuntut apapun dari cinta dalam hidupmu".